Polisi Tanggapi Santai Soal Rencana Praperadilan Fredy Kusnadi

Fredy Kusnadi. Foto : detik.com

 

Lantaran menilai proses penangkapan hingga penahanannya dalam kasus mafia tanah milik ibunda mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, tidak sesuai dengan prosedur, Fredy Kusnadi berencana bakal mengajukan gugatan praperadilan.

 

Dikutip dari laman detik.com, Selassa (23/2/2021), gugatan praperadilan itu rencananya akan didaftarkan pada Senin (22/2/2021) kemarin. Akan tetapi, pengacara Fredy Kusnadi, Tonin Tachta Singarimbun mengatakan bahwa pihaknya baru akan mengajukan gugatan praperadilan itu hari ini.

 

Kalau soal itu besok lah (hari ini) saya ajukan, hari ini (kemarin) belum,” kata Tonin.

 

Diketahui, Tonin sebelumnya sempat mengatakan bahwa ada 4 poin yang akan digugat oleh pihaknya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

 

Memang akan diajukan 4 (poin) praperadilan hari Senin sekaligus. Habis upaya apa lagi yang bisa saya buat?” kata Tonin.

 

Adapun empat poin yang akan digugat Fredy Kusnadi lewat praperadilan ialah masalah penangkapan hingga penahanan.

 

Ya habis upaya apa lagi. Saya praperadilankan (1) masalah penangkapan, (2) penahanan, (3) penetapan tersangka, (4) penahan, penangkapan, dan penetapan tersangka. Dan tentunya, empat langsung masuk biar nanti pengadilan yang berbicara apa sebenarnya yang terjadi,” tambahnya.

 

Sementara itu, Tonin mengungkapkan bahwa banyak pertanyaan pada berita acara pemeriksaan (BAP) yang tidak relevan.

 

Dan apa-apa yang disangkakan tidak relevan lagi setelah dijawab dalam BAP. Jadi, penyidik sekarang hanya menghargai keterangan tanpa perlu dibuktikan alat bukti lain,” ujarnya.

 

Di pihak lain, pihak kepolisian justru menanggapi santai rencana gugatan praperadilan Fredy Kusnadi ini. Bahkan, polisi turut mempersilakan jika Fredy Kusnadi hendak menempuh praperadilan lantaran tidak puas akan proses hukum terhadapnya.

 

“Ya nggak apa-apa, itu mah haknya pengacara. Terus dari pihaknya tidak puas ya wajar-wajar saja sih ketidakpuasan itu. Tetapi, intinya sih penyidik telah melakukan langkah-langkah sesuai ketentuan,” ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Tubagus Ade Hidayat.

 

Secara tegas, Tubagus mengatakan bahwa penangkapan hingga penetapan tersangka Fredy Kusnadi sudah sesuai dengan prosedur hukum. Terlebih lagi, penahanan adalah kewenangan subjektivitas penyidik.

 

Karena kan penahanan itu sebenernya merupakan hak dan kewenangan penyidik. Dan itu aja. Tetapi kalau misalnya katanya mau mengajukan praperadilan, ya, nggak apa-apa,” ujar Tubagus.

 

Bahkan, Tubagus kembali menegaskan bahwa proses penangkapan hingga penahanan Fredy Kusnadi sudah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

 

“Penetapan tersangka, terus penangkapan, dan penahanan sudah kita lakukan sesuai dengan prosedur,” ucap Tubagus.

 

Dijelaskan oleh Tubagus, bahwa alat-alat bukti yang diperoleh penyidik juga telah cukup menjadi dasar penahanan. Tak hanya itu, ancaman hukuman terhadap Fredy Kusnadi juga dimungkinkan untuk dilakukan penahanan.

 

Ada alat buktinya cukup, terus pasal yang disangkakannya, begitu juga ancaman hukumannya bisa untuk ditahan. Dan memang memungkinkan alasan objektif maupun alasan subjektifnya kita putuskan untuk dilakukan penahanan,” ucap Tubagus.