Max Sopacua Bantah Keras Tudingan Mau Lengserkan AHY Usai Tinggalkan Partai Emas

Mantan Kader Partai Demokrat, Max Sopacua. Foto : CNN Indonesia

 

Baru-baru ini, mantan kader Partai Demokrat, Max Sopacua membantah keras tudingan pengunduran dirinya dari Partai Emas berkaitan dengan rencana menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat. Yakni guna melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi Ketua Umum.

 

Seperti dikutp dari CNN Indonesia, Selasa (23/2/2021), Max mengaku mundur dari Partai Emas lantaran merasa sudah tidak sejalan dengan kehendak partai. Dan alasan itu bukan terkait dengan isu kudeta Partai Demokrat.

 

Jelas, hal itu tidak ada kaitan antara pengunduran diri saya dan KLB Partai Demokrat,” kata Max.

 

Max mengatakan bahwa alasannya mundur lebih karena sudah tidak sejalan dengan Partai Emas. Sementara menurutnya, dia berniat untuk memajukan Partai Emas hingga bisa ikut dalam pemilu.

 

Dan ternyata yang saya lakukan hampir selama tiga bulan tidak sejalan dengan apa yang jadi cita-cita saya. Ini artinya ingin membesarkan partai dan target kita adalah partai ini harus ikut pemilu,” ungkapnya.

 

Diungkapkan oleh Max, bahwa Partai Emas belum mengurus administrasi pembentukan partai. Yakni dengan mendaftarkan diri ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) hingga saat ini.

 

Karena yang kita ingin capai itu aspek legalitas dari Kumham. Dan ini memang belum jadi partai, namanya saja Partai Emas, tapi belum jadi partai politik,” jelas Max.

 

Di samping itu, mantan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu sendiri sebelumnya sempat membantah ada isu kudeta di Partai Demokrat. Apalagi namanya disebut-sebut sebagai aktor yang memainkan isu kudeta di Demokrat. Menurutnya, adanya isu kudeta muncul lantaran kepanikan dari sejumlah pihak dalam memberikan respons.

 

Kalau disebut kudeta, apa kudeta itu? Sebab mereka masih sehat-sehat semua di DPP, Ibas [Edhie Baskoro Yudhoyono], AHY masih sehat-sehat. Semua ini karena panik,” tuturnya.

 

Max bahkan meminta AHY untuk menyelesaikan permasalahan yang ada dengan baik. Selain itu, dia juga menyarankan agar AHY tidak panik dan langsung menuduh pihak-pihak tertentu ingin mengkudeta kepemimpinan Demokrat. Dia juga menegaskan bahwa kudeta bukan hal yang mudah. Pasalnya, hal itu harus dilakukan dengan menyusun perencanaan yang matang lebih dahulu.

 

Karena dulu waktu mau jadi ketua, AHY itu ngomong muda adalah kekuatan, sekarang selesaikan dengan tenaga yang muda itu, jangan lebay. Maka dari itu, jangan panik, belum apa-apa sudah panik, libatkan orang sana orang sini, yang mau mengkudeta lah. Kudeta itu memangnya gampang apa, kudeta itu harus punya perencanaan yang matang,” katanya.