Soal Permintaan Maaf Penerobos Ring 1, Mantan Komandan Paspampres : ‘Itu Urusan Lain, Polisi Perlu Tindak Tegas’

Ilustrasi Foto : SHUTTERSTOCK

 

Beredarnya unggahan video oleh pemilik akun Instagram @bodatnation, belakangan ini menjadi viral di media sosial. Diketahui, video tersebut memperlihatkan sejumlah petugas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berusaha memberhentikan konvoi pengendara motor.

 

Seperti dikutip dari laman kompas.com, Selasa (2/3/2021), hal yang menjadi sorotan dalam video tersebut yakni saat seorang petugas tampak menendang salah satu pengendara sembari memegang pistol. Adapun insiden tersebut diketahui diambil di kawasan ring 1, tepatnya Jalan Veteran III, belakang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

 

Sebagai informasi, ring 1 merupakan area di sekitar Istana Kepresidenan yang dijaga ketat oleh aparat bersenjata. Sehingga, masyarakat umum tidak boleh melewati ruas tersebut tanpa izin. Usai video itu viral, salah satu anggota rombongan motor itu kemudian menyatakan kesiapan untuk mengklarifikasi dan melontarkan permohonan maaf.

 

“Gaess untuk kejadian kemarin di lingkungan istana negara, gw udah koordinasi dan beritikad baik untuk mediasi dengan pihak paspampres dan sudah disambut baik. Gw dan teman-teman akan klarifikasi dan mengajukan permohonan maaf di depan media nasional senin nanti. Doakan semuanya lancar mohon dukungan temen-temen semua,” tulis pemilik akun @jetliwandana2 yang diduga sebagai pengendara yang ditendang Paspampres.

 

 

Hingga akhirnya, rombongan motor yang menerobos ring 1 itu resmi memohon maaf pada Senin (1/3/2021) kemarin.

 

Disini saya dan rekan-rekan berinisiatif hadir untuk mengklarifikasi hal tersebut. Dan saya meminta maaf sebesar-besarnya pada satuan Paspampres dan jajaran anggota yang bertugas saat kejadian berlangsung,” ujar perwakilan pengendara motor gede (moge), Halid Darmawan.

Sementara itu, mantan Komandan Paspampres, Letjen (Purn) Nono Sampono meminta agar pihak kepolisian tetap mengusut kasus pengendara motor yang menerobos ring 1 tersebut.

 

“Ya harus diusut. Karena bagaimanapun juga, dia (pelaku) menggunakan medsos, HP, dia rekam dan terpantau oleh petugas dan polisi. Dan saya kira dia akan berhadapan dengan ketentuan yang dilanggarnya,” kata Nono.

 

Nono mengatakan bahwa permohonan maaf yang disampaikan para pengendara moge tersebut tidak bisa menghapuskan fakta adanya pelanggaran.

 

Dan mohon maaf, kalau itu urusan lain lagi. Karena saya kira (pengusutan) polisi itu harus karena jika tidak, ini akan berlanjut terus. Sebab, saya khawatir jika tidak ada tindakan keras dari aparat, masyarakat akan bertindak sendiri, main hakim sendiri. Untuk itu, saya minta aparat kepolisian harus tegas,” ujarnya.