Kemenkes Izinkan Vaksinasi Gotong Royong Namun Tidak Bisa di Faskes Pemerintah

Ilustrasi Foto : Shutterstock.com

 

Baru-baru ini, pengusaha atau perusahaan diperbolehkan Kementerian Kesehatan dalam  penyelenggaraan vaksinasi gotong royong. Adapun aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

 

Seperti dikutip dari laman dream.co.id, Selasa (2/3/2021), Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwavaksinasi gotong royong tidak boleh digelar di fasilitas kesehatan (faskes) milik pemerintah. Sebab, program tersebut hanya boleh dilakukan di klinik atau rumah sakit swasta.

 

Untuk pelayanan vaksinasi gotong royong tidak akan dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan Pemerintah,” ujar Nadia.

 

Di samping itu, Nadia mengatakan bahwa keputusan ini diambil untuk mencegah munculnya kendala pelaksanaan vaksinasi Covid-19 akibat penggunaan faskes pemerintah oleh swasta. Sementara faskes swasta dibolehkan melaksanakan vaksinasi gotong royong jika sudah memenuhi syarat lokasi vaksinasi Covid-19.

 

Sementara bagi badan hukum atau badan usaha yang memiliki fasilitas pelayanan kesehatan yang tentunya memenuhi syarat untuk memberikan vaksinasi maka pelayanan vaksinasi gotong royong dapat dilakukan di fasilitas tersebut,” kata Nadia.

 

Tak hanya itu, Nadia juga menegaskan vaksinasi gotong royong tidak untuk diperjualbelikan. Sehingga, para karyawan dan keluarganya harus mendapatkan vaksinasi secara gratis.

 

Tentu tidak akan ada penjualan vaksin gotong royong ini kepada individu,” kata Nadia.

 

Adapun untuk penyelenggaraan vaksinasi gotong royong sepenuhnya menjadi tanggungan perusahaan. Dan sebelum dilaksanakan, pihak perusahaan diharuskan menyerahkan nama calon penerima vaksin kepada Kementerian Kesehatan.

 

Di sisi lain, Nadia mengatakan bahwa untuk vaksin yang digunakan, tidak bisa dengan vaksin yang sudah ditetapkan pemerintah. Sementara diketahui bahwa pemerintah telah menetapkan vaksin buatan Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer untuk program vaksinasi nasional.

 

Dan saya ulangi sekali lagi jenis vaksin gotong royong tidak akan menggunakan vaksin Sinovac, vaksin AstraZeneca, vaksin Novavax dan vaksin Pfizer. Sehingga, dengan ini kita bisa memastikan tidak ada kebocoran vaksin tersebut yang akan digunakan untuk vaksin gotong royong,” katanya.