Nasib Miris Ibu dan Bayi 6 Bulan Dibui di Aceh Gegara Kasus UU ITE

Ilustrasi Foto : Shutterstock.com

 

Nasib miris harus dialami seorang ibu dan bayi berusia enam bulan yang terpaksa menjalani penahanan di Lembaga Pemasyarakatan. Hal ini lantaran sang ibu dilaporkan kepala desa ke polisi dengan tuduhan dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau UU ITE.

 

Dikutip dari laman dream.co.id, Selasa (2/3/2021), seorang ibu berusia 33 tahun asal Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Provinsi Aceh tersebut, saat ini diketahui ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lhoksukon. Dalam kasus ini, dia divonis bersalah melanggar UU ITE.

 

Awalnya, kasus ini dipicu atas laporan Keuchik (Kepala Desa) Gampong Lhok Puuk, T Bakhtiar. Dimana, Bakhtiar menuding sang ibu telah melakukan pencemaran nama baik.

 

Menanggapi kasus tersebut, Kepala Lapas Lhoksukon, Yusnadi menjelaskan bahwa berkas perkara ibu itu sudah dinyatakan lengkap dan sudah jatuh vonis. Namun lantaran anaknya masih bayi, maka harus tetap bersama ibunya di dalam tahanan.

 

Memang anaknya masih menyusui, jadi harus melekat dengan orangtuanya. Tetapi, kalau usianya sudah lebih dua tahun, bisa kita minta dikeluarkan,” ujar Yusnadi.

 

Diberitakan sebelumnya, ibu tersebut bersama bayinya saat ini berada dalam satu sel dengan tahanan lain. Adapun Lapas Lhoksukon tidak memiliki fasilitas khusus bayi.

 

Kendati demikian, Yusnadi mengklaim sang ibu tetap mendapat perlakuan yang sama dengan warga binaan lain. Sedangkan kondisi si bayi selalu dalam pantauan. Diketahui, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon menjatuhkan vonis penjara tiga bulan kepada ibu tersebut atas dakwaan pelanggaran UU ITE. Akan tetapi, karena terdakwa sudah menjalani tahanan kota, maka vonis dikurangi 21 hari.