Tanggapi Soal Pemprov DKI yang Belum Putuskan Sekolah Tatap Muka, Gerindra : ‘Guru Harus Inovasi’

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif. Foto : detik.com

Sejauh ini, Pemprov DKI Jakarta belum membahas perihal rencana pembukaan sekolah tatap muka.Menanggapi hal tersebut, Gerindra DKI Jakarta turut meminta agar guru melakukan inovasi untuk menghilangkan jenuh selama murid belajar online.

Dikutip dari laman detik.com, Rabu (3/3/2021), Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif mengatakan bahwa sekolah tatap muka bisa dijalankan ketika vaksin untuk kelompok guru telah tuntas. Yakni terutama untuk pendidikan jenjang dasar dan menengah.

Kalau menurut saya belum bisa dipastikan akan diberlakukan belajar tatap muka, sampai vaksinasi selesai kelompok guru dan siswanya. Dan terutama untuk jenjang dasar dan menengah,” kata Syarif.

Menurut Syarif,keselamatan jiwa lebih utama daripada menghilangkan kejenuhan murid saat belajar online.

Karena kan keselamatan jiwa lebih utama ketimbang mendahulukan tuntutan mengatasi kejenuhan belajar untuk saat ini,” katanya.

Kemudian, Syarif turut membuka opsi vaksin mandiri untuk mahasiswa dan pelajar. Bahkan, apabila vaksinasi untuk mahasiswa dan pelajar dimulai pada April nanti, dia berharap pada Juli sekolah tatap muka bisa dilakukan untuk mahasiswa.

Sehingga bisa dimulai vaksinasi massal dan vaksinasi mandiri di kalangan mahasiswa dan pengajar bisa akhir April, baru semester ganjil sekitar Juli baru bisa dilakukan belajar tatap muka. Ya mungkin saran saya bisa dimulai dengan mahasiswa PT/PTS yang jumlah sedikit,” katanya.

Di samping itu, Syarif mengatakan bahwa saat ini proses vaksinasi mandiri sedang digodok. Dia bahkan mengatakan bahwa untuk menghilangkan rasa jenuh, perlu adanya inovasi dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Sementara untuk saat sekarang kan sedang digodok regulasi vaksinasi mandiri, dan kita tunggu saja. Ya seperti saran Pak Wagub, guru harus berinovasi belajar daring saat ini,” jelas Syarif.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pembelajaran tatap muka akan dilakukan pada Juli 2021 setelah merampungkan vaksinasi guru. Adapun terkait hal ini, Pemprov DKI Jakarta mengaku belum menentukan keputusan membuka sekolah tatap muka.

Kalau sekolah tatap muka nanti kita akan lihat. Karena kan kita belum membahas sejauh itu,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Bahkan, Riza mengatakan jika sejauh ini jajarannya berfokus dalam berinovasi dan meningkatkan fasilitas belajar daring. Langkah ini dilakukan agar siswa mampu menyerap materi dengan baik.

“Yang penting kita pastikan anak-anak dalam suasana pandemi ini bisa belajar dengan baik, bisa menerima materi dari para gurunya, itu jauh lebih penting yang kita pikirkan,” jelasnya.