Heboh Pengakuan Bos Buruh di Tengah Hangatnya Isu Reshuffle yang Ngaku Pernah Diajak Masuk Kabinet

Pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) & Presiden KSPSI, Andi Gani (batik biru) dan Presiden KSPI Said Iqbal. Foto : detik.com

 

Pada Rabu (14/4/2021) hari ini, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea dikabarkan menyambangi Istana Presiden di Jakarta. Adanya kehadiran Andi di istana ini bersamaan dengan menghangatnya isu resuffle alias perombakan kabinet. Terlebih lagi pada Oktober 2020 lalu, sempat beredar kabar ketua umum asosiasi buruh ditawari jadi Wakil Menteri Ketenagakerjaan.

 

Seperti dikutip dari laman detik.com, Rabu (14/4/2021), Andi bahkan mengaku pernah diminta masuk ke dalam Kabinet Indonesia Maju. Akan tetapi, tawaran tersebut ia tolak. Hal ini karena dirinya merasa lebih nyaman berada di luar kabinet.

 

“Yang pertama saya tegaskan, pada waktu penyusunan kabinet awal saya memang diminta masuk kabinet. Jadi saya menyatakan akhirnya hari ini, iya. Tetapi saya menyampaikan pada Presiden bahwa saya lebih baik berada di posisi saya sekarang sebagai Komisaris BUMN PT PP dan sebagai presiden buruh. Saya merasa lebih nyaman di luar kabinet,” kata Andi.

 

Sementara itu, terkait isu resuffleyang menguat baru-baru ini, Andi mengatakan jawabannya akan tetap sama seperti tahun lain. Yakni apabila dirinya ditawarkan lagi untuk masuk ke dalam kabinet.

 

“Tentu saya akan menjawab yang sama, saya tidak berubah, konsisten. Saya sudah menetapkan hati untuk berada di luar kabinet,” tegas Andi.

 

Di samping itu, Andi juga menuturkan bahwa ia mengaku lebih nyaman di luar kabinet. Sebab, dia bisa memberikan masukan positif apapun kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

“Karena merasa lebih nyaman dan bisa menyampaikan apapun kepada Presiden. Jadi kalau banyak pihak merasa lebih nyaman di kabinet, saya merasa lebih nyaman di luar kabinet, yang penting bisa tetap menjadi teman Presiden, memberikan masukan-masukan yang positif kepada Presiden,” pungkasnya.