Menag Sebut Vaksinasi Tersertifikasi WHO Jadi Syarat Umroh Ramadhan

Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas. Foto : dream.co.id

 

Baru-baru ini, Arab Saudi telah membuka kembali kesempatan bagi umat Islam yang ingin menjalankan umroh Ramadhan di tengah pandemic Covid-19. Adapun dalam hal ini tentunya berlaku sejumlah syarat, salah satunya sudah divaksin.

 

Dikutip dari laman dream.co.id, Kamis (15/4/2021), Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa jemaah yang ingin umroh diharuskan sudah divaksin Covid-19. Adapun untuk vaksin yang digunakan sendiri juga diharuskan tersertifikasi WHO.

 

“Vaksinnya itu harus sudah certified atau disertifikasi oleh WHO,” ujar Gus Yaqut.

 

Adapun mengenai vaksin Sinovac yang belum disertifikasi oleh WHO, Gus Yaqut mengaku sudah mengetahui hal itu. Namun, menurutnya belum tersertifikasi tersebut bukan berarti tidak tersertifikasi. Dalam hal ini karena bisa jadi masih dalam proses registrasi oleh WHO.

 

Sementara terkait haji, Gus Yaqut menyatakan pihaknya terus melakukan korespondensi dengan Saudi. Bahkan, dia mengupayakan agar komunikasi dapat terjalin dengan Menteri Urusan Haji dan Umroh yang baru.

 

“Kita belum komunikasi langsung dengan Arab Saudi, karena sejak Pak Saleh Benten direshuffle, kita belum mendapat akses ke menteri yang baru,” katanya.

 

Lebih lanjut, Gus Yaqut menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengupayakan akses komunikasi langsung.

 

“Selama ini kita komunikasi hanya korespondensi saja, surat menyurat,” katanya.

 

Untuk persiapan pelaksanaan haji di tengah pandemi Covid-19 ini juga akan terus dilakukan Kemenag. Yang mana, langkah ini sembari menunggu keputusan resmi dari Saudi.