Pernyataan Gubernur Kalbar yang Anggap Bupati Sambas Ogah-ogahan Tangani Pandemi Covid-19

Gubernur Kalbar, Sutarmidji. Foto : TRIBUNPONTIANAK

 

Terkait penanganan pandemi Covid-19, Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji justru menilai Bupati Kabupaten Sambas, Atbah Romin Suhaili setengah hati dalam melakukan hal tersebut. Sutarmidji menilau bahwa ada kemungkinan hal itu terjadi lantaran masa pemerintahan Atbah akan berakhir bulan Juni mendatang, lalu seakan lepas dari tanggung jawab.

 

“Jangan bupati merasa sudah habis bulan Juni, sekarang ogah-ogahan. Tanggung jawab dia sampai Juni, udahlah besar hatilah untuk melaksanakan tugas pemerintahan,” kata Sutarmidji seperti dikutip dari laman kompas.com, Selasa (4/5/2021).

 

Sebagai informasi, Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili bersama wakilnya Hairiah, merupakan satu di antara tiga kepala daerah petahana di Kalbar yang gagal  mempertahankan kekuasaannya. Yakni setelah keduanya kalah dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.

 

“Sambas saya udah angkat tangan, capek ngomongnya saja. Mungkin karena enggak efektif pemerintahan di sana, tinggal satu bulan lagi. Tapi kan enggak boleh gitu, kasihan masyarakatnya,” ungkap Sutarmidji.

 

Dikatakan oleh Sutarmidji, bahwa dia meminta kepada pemerintah daerah di kabupaten untuk tidak pelit dalam belanja alat kesehatan. Di antaranya seperti membeli rapid tes antigen dan laboratorium polymerase chain reaction (PCR).

 

“Mungkin satu atau dua tahun belum berakhir, kita harus memiliki penanganan yang baik,” terang Sutarmidji.

 

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, Harisson mengungkapkan bahwa pada hari Minggu (2/5/2021), terdapat tambahan kasus baru Covid-19 sebanyak 95 orang. Dengan 9 di antaranya dirawat di rumah sakit.

 

Dimana, sebanyak 95 kasus baru tersebut masing-masing berasal dari Kota Pontianak 13 orang, Kabupaten Bengkayang 2 orang, Kabupaten Kayong Utara 3 orang, Kabupaten Mempawah 6 orang, Kabupaten Sambas 2 orang, Kabupaten Sekadau 54 orang, dan Kabupaten Melawi 15 orang.

 

“Kemudian di hari yang sama, ada 73 orang telah dinyatakan sembuh,” ungkap Harisson.

 

Sehingga, sejak pandemi Covid-19 terdapat 7.931 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalbar. Dan sebanyak 6.901 atau 87,01 persen sembuh dan 46 orang atau 0,58 persen meninggal dunia.