Aksi Wali Kota Gibran Keliling Toko Kembalikan Uang Pungli Sembari Memohon Maaf

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Foto : Merdeka.com

 

Pada Minggu (2/5/2021) lalu, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka turut mendatangi kawasan pertokoan di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon. Diketahui, kedatangannya ini terkait adanya pengaduan praktik pungutan liar (pungli) berkedok zakat.

 

Dikutip dari laman dream.co.id, Selasa (4/5/2021), Gibran turut didampingi Camat Pasar Kliwon Ari Daryanto ketika mendatangi beberapa toko di Jalan Dr. Rajiman Solo Kelurahan Gajahan. Adapun aksi tersebut dilakukan untuk mengembalikan uang sesuai hasil pungutan antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000 pertoko. Selain itu, dia bahkan meminta maaf kepada warga yang dipungut dana tersebut.

 

“Lain kali kalau ada yang meminta uang jangan dikasih ya. Yang boleh menarik zakat itu Baznas. Jangan takut, foto saja orangnya, kirim ke saya. Saya dengan Pak Camat mengembalikan uang yang kemarin. Saya mohon maaf,” kata Gibran kepada salah seorang pegawai.

 

Di samping itu, Gibran juga melanjutkan berkeliling ke toko lain. Diketahui, nilai dari pemberian uang itu bervariasi di kisaran Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu yang tersebar di 145 titik dengan total uang masuk sebesar Rp 11,5 juta.

 

Terkait alasannya, Gibran menyebut bahwa tidak diperbolehkan memungut uang dengan dalih zakat maupun THR (tunjangan hari raya). Sementara mengenai Lurah Gajahan yang mengeluarkan imbauan untuk pemberian THR tersebut, Gibran menegaskan akan membebastugaskannya.

 

“Kita itu membiasakan sesuatu yang sudah benar, jangan membenarkan sesuatu yang sudah biasa. Tradisi pungli kok dibiarkan, kan nggak bisa. Harus dipotong, nggak boleh seperti itu,” jelas Gibran.

 

Dalam pengakuannya, Gibran mengaku akan mengecek ke kelurahan lainnya, apakah kondisi yang sama juga terjadi. Bahkan, dia turut yakin jika satu daerah sudah terbongkar, maka daerah lainnya akan terdeteksi juga.

 

“Kita itu pelayan publik, harusnya tidak seperti ini. Dalam suratnya itu zakat, sedekah, itu haknya Baznas. Itu sudah menyalahi aturan. Lurah ikut tandatangan, itu makin salah,” ujarnya.

 

Adapun kepada warga maupun para pengusaha, Gibran juga meminta agar tidak segan-segan untuk menolak jika ada pungutan serupa.

 

“Jangan takut untuk menolak. Meskipun ada tanda tangan lurah, tanda tangan siapa,” pungkasnya.