Respons Muhammadiyah yang Geram Gegara DKM Usir Jemaah Bermasker, Hingga Bandingkan dengan Mekah

Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad. Foto : dok. Muhammadiyah

 

Belakangan ini, pengurus Masjid Al Amanah Bekasi mendadak viral gegara aksinya melarang dan mengusir jemaah yang menggunakan masker. Merespons hal tersebut, PP Muhammadiyah meminta pengurus masjid tak mengusir atau melarang jemaah yang memakai masker selama pandemi Covid-19.

 

“Jadi terbalik, seharusnya orang yang tidak pakai masker yang dilarang. Saya kira jangan mengusir orang yang masuk ke masjid kecuali orang itu membahayakan keselamatan jiwa, keselamatan barang-barang masjid, orang gila. Jangan sampai melarang orang (pakai masker), jadi terbalik. Protokol kesehatan itu ikhtiar,” kata Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, seperti dikutip dari laman detik.com, Selasa (4/5/2021).

 

Di samping itu, Dadang juga mengatakan bahwa memakai masker selama pandemi Covid-19 justru dianjurkan. Bahkan, dia menyebut jika aturan menggunakan masker juga berlaku di Mekah dan Madinah.

 

“Jadi kalau orang pakai masker masuk masjid justru bagus yang dianjurkan, di Mekah juga pakai masker, di Madinah juga pakai masker di pusat Islam. Kenapa ini kok diusir? Jadi aneh juga ya,” katanya.

 

Dalam hal ini, Dadang turut menekankan bahwa umat Islam perlu melaksanakan protokol kesehatan saat beribadah. Menurutnya, dalam keadaan darurat pun aturan beribadah bisa disesuaikan.

 

“Saya kira semua setuju sekarang para ulama itu baik MUI maupun semua, termasuk di Arab Saudi, di Turki di seluruh dunia sama bahwa kita perlu mempraktekkan protokol kesehatan dalam beribadah, pakai masker, jaga jarak, itu dalam keadaan darurat. Dalam keadaan darurat pun apapun bisa dilaksanakan, salat sambil berdiri, sambil berbaring itu bisa kalau darurat. Atau di rumah saja bisa, atau di masjid dengan protokol kesehatan,” ungkapnya.