Begini Nasib Lurah yang Viral Minta THR, Gagal Dapat Parsel-Dicopot dari Jabatannya

Ilustrasi Foto : detik.com

Rancah.com – Nasib Lurah Jombatan, Jombang, Kislan yang viral minta Tunjangan Hari Raya (THR) ke pengusaha kini harus menelan pil pahit. Hal ini lantaran dia tak jadi dapat THR dan justru dicopot dari jabatannya.

Dikutip dari laman detik.com, Selasa (4/5/2021), pencopotan Kislan ini diketahui dilakukan Bupati Jombang, Mundjidah Wahab. Mundjidah menilai bahwa aksi Kislan justru telah melanggar sumpah jabatan sebagai lurah. Hal ini karena Kislan nekat meminta THR berupa parsel lebaran ke sejumlah pengusaha toko dan rumah makan di Kelurahan Jombatan.

“Yang dilakukan (Kislan) tidak sesuai sumpah jabatannya. Maka hari ini dilakukan pergantian lurah yang baru,” kata Mundjidah.

Dan setelah jabatannya sebagai Lurah Jombatan dicopot, Kislan dilantik menjadi Kasi Tata Pemerintahan di Kecamatan Peterongan, Jombang. Adapun posisinya digantikan Indra Pratama yang sebelumnya menjabat Kasubbag Otonomi Daerah dan Kerja sama di Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Jombang.

Dikatakan oleh Mundjidah,  bahwa rotasi Lurah Jombatan menjadi sanksi disiplin bagi Kislan yang berstatus PNS. Menurut informasi, Kislan akan pensiun dari PNS pada 22 September 2022.

“Iya (sebagai sanksi disiplin). Sudah kami pertimbangkan semuanya berdasarkan aturan. Sudah jelas semuanya, maka diputuskan diganti,” terangnya.

Di samping itu, Mundjidah juga mewanti-wanti kepada Lurah Jombatan yang baru agar tidak mengulangi kasus yang sama yakniminta THR.

“Saya harapkan lurah yang baru melaksanakan amanat sesuai peraturan supaya tidak ada persoalan hukum,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Kislan mengaku sengaja membuat dan mengirim surat permintaan THR berupa parsel lebaran, ke para pengusaha toko dan rumah makan di wilayahnya. Dalam hal ini, dia berdalih bahwa surat yang sempat viral di medsos tersebut dibuat atas saran dari salah seorang pengusaha.

Adapun rencananya, THR yang terkumpul akan dibagikan ke 16 pegawai di Kantor Kelurahan Jombatan, termasuk dirinya. Kislan mengaku bahwa surat tertanggal 28 April 2021 hanya dikirim ke 5 pemilik toko dan rumah makan saja. Yakni kepada para pengusaha yang kebetulan akrab dengan dirinya.

Meski demikian, Kislam menampik adanya keberatan dari para pengusaha. Apalagi, semua surat sudah ditarik pada Kamis (29/4/2021) malam. Sehingga belum ada pengusaha yang mengirimkan parsel Lebaran ke Kelurahan Jombatan.