Gubernur Koster Dapat Teguran Keras Sejumlah Menteri Terkait Pelaksanaan Upacara Adat di Bali di Tengah Pandemi Covid-19

Gubernur Bali, Wayan Koster. Foto : kompas.com

 

Terkait banyaknya pelaksanaan upacara keagamaan Hindu di Bali, Gubernur Bali, Wayan Koster mengaku mendapat teguran dari sejumlah menteri. Diketahui, teguran ini muncul lantaran acara-acara tersebut berlangsung layaknya seperti suasana normal tanpa Covid-19. Bahkan, teguran tersebut juga sebagai bentuk kekhawatiran kondisi Covid-19 di India yang melonjak tajam usai adanya festival umat Hindu.

 

“Saya mendapat kiriman video dari sejumlah menteri, dari Jakarta, yang mengirim beberapa kegiatan adat. Saya langsung ditegur mengingat kejadian-kejadian seperti yang ada di India, itu akan menjadi perhatian kita bersama,” kata Koster seperti dikutip dari laman kompas.com, Rabu (5/5/2021).

 

Dikatakan oleh Koster, bahwa pihaknya memang tak melarang adanya upacara keagamaan di tengah pandemi Covid-19 hingga adanya varian baru asal Afrika Selatan dan Inggris di Bali. Akan tetapi, dia juga meminta kepada masyarakat untuk terus memperhatikan dan disiplin mantaati protokol kesehatan.

 

“Saya meminta agar dilakukan protokol kesehatan secara ketat. Tidak melarang, tetapi juga jangan bebas. Beberapa desa adat itu memang saya melihat melaksanakan upacara yang seperti situasinya normal,” katanya.

 

Selain itu, Koster juga mengingatkan masyarakat tentang risiko penularan Covid-19 saat tak bisa menaati protokol kesehatan. Apablia nantinya salah mengambil langkah dalam pengendalian Covid-19, maka apa yang sudah dilakukan selama ini bisa semakin sulit dikendalikan.

 

“Kalau salah di dalam mengambil langkah dalam upaya ini penanganan Covid-19, maka kondisi baik yang sudah kita capai ini juga bisa makin buruk dan sulit kita kendalikan,” jelasnya.

Sementara berkaca pada liburan akhir tahun 2020, Koster memaparkan jika jumlah kasus Covid-19 di Bali pernah tinggi. Bahkan pada saat itu terjadi peningkatan kasus yang puncaknya pernah mencapai 540 orang positif Covid-19 sehari. Dimana, angka tersebut merupakan rekor kasus harian tertinggi di Bali. Sementara sebelum ada liburan itu, angka kasus harian Covid-19 di Bali sudah berada di dua digit. Dan bahkan pernah sampai kurang dari 50 kasus dalam satu hari.

 

“Jadi sangat sulit mengendalikan kalau sudah terjadi perubahan situasi seperti itu dan kalau ini terjadi lagi, saya kira akan semakin sulit, karena varian baru sudah masuk, lebih cepat dan pengendaliannya lebih sulit,” tuturnya.

 

Sebelumnya, Gubernur telah mengumumkan bahwa mutasi virus Covid-19 varian Afrika Selatan dan Inggris telah masuk ke Bali. Adapun dalam hal ini, dua warganya terkonfirmasi terjangkit virus varian baru ini. Dan satu warga yang berasal dari Badung, Bali, dinyatakan meninggal setelah terinfeksi virus varian Afrika Selatan.

 

“Satu orang mengalami positif akibat penularan varian baru dari Afrika Selatan dengan kode B.1.351, sedangkan satu orang positif akibat penularan varian baru dari Inggris dengan kode B.1.1.7. Satu orang yang positif Covid-19 dengan varian baru dari Afrika Selatan telah dinyatakan meninggal di RS Sanglah, berasal dari Kabupaten Badung. Korban memang belum mengikuti program vaksinasi,” kata Koster.