Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Kasus Perawat di Malang yang Dibakar

Ilustrasi Foto : Istockphoto

Rancah.com – Kasus seorang perawat dibakar oleh seorang tidak dikenal di Kabupaten Malang, Jawa Timur kini tengah diusut oleh pihak Polres Malang. Dalam hal ini, polisi telah memeriksa sedikitnya empat saksi terkait peristiwa tersebut.

“Anggota masih di lapangan untuk segera menangkap dan mengungkap kejadian itu serta modus dari kejadian itu,” kata Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (5/5/2021).

Dikatakan oleh Hendri, bahwa perawat tersebut diketahui bekerja di salah satu klinik, Desa Arjowinangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Dalam kasus ini, dia berharap agar pelaku bisa ditangkap dalam dua hari ke depan.

“Mudah-mudahan dalam waktu satu dua hari ini bisa kami temukan pelakunya,” ujarnya.

Di samping itu, Hendri mengatakan bahwa kini pihak kepolisian mulai mendapatkan titik terang terkait dengan kasus tersebut. Dimana, penganiayaan itu menyebabkan korban berinisial ESW berusia 33 tahun itu mengalami luka bakar di bagian muka, dada, dan tangannya.

Adapun berdasarkan laporan yang diterimanya, saat ini korban masih dirawat di salah satu rumah sakit di Kabupaten Malang. Diketahui, korban mengalami luka bakar kurang lebih sekitar 60 persen di bagian muka, dada, dan tangan.

“Kondisinya saat ini sadar tetapi muka, dada, dan tangan mengalami luka bakar 60 persen,” kata Hendri.

Diberitakan sebelumnya, seorang perawat di Klinik Bunga Husada di Desa Arjowinangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang mengalami tindakan penganiayaan dari seseorang yang tidak dikenal pada Senin (3/5/2021) lalu.

Adapun kejadian tersebut berawal ketika korban tengah beristirahat dan mendadak ada seorang laki-laki yang masuk ke klinik tersebut. Diketahui, laki-laki itu mengendarai skuter matik dengan warna merah, menggunakan jaket, helm, dan masker.

Kemudian, laki-laki itu langsung masuk ke dalam klinik. Usai bertemu dengan korban, pelaku menyiramkan cairan yang dibawanya. Setelah itu, pelaku tersebut menyulut api ke tubuh korban.

Tak berselang lama, pelaku kemudian melarikan diri. Ketika itu di klinik tersebut hanya ada seorang saksi mata yang merupakan anak dari pemilik klinik. Akibatnya, korban yang mengalami luka bakar kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Wava Husada.