Terungkap Fakta Baru Kasus Pembunuhan Guru Honorer di Sukabumi

Kapolres Sukabumi, AKBP Lukman Syarif. Foto : detik.com

Rancah.com – Pelaku pembunuh guru honorer Edi Hermawan (40) dan melukai Dariansyah (32) menggunakan senjata tajam, Tunggul Rahayu Purba (24) berhasil diamankan Polres Sukabumi. Dalam kasus ini, polisi juga mengungkap fakta baru dimana tersangkalah yang menjanjikan korban untuk dijadikan PNS dengan uang pelicin (debelumnya ditulis almarhum ayah tersangka).

“Jadi tersangka ini menjanjikan akan menjadikan korban PNS, keterangan saksi seperti itu. Bagaimana korban bisa tertarik apakah karena orang tua tersangka ini PNS atau karena hal lain masih dalam pendalaman yang pasti korban tergiur dan menyerahkan sejumlah uang,” jelas Kapolres Sukabumi, AKBP Lukman Syarif seperti dikutip dari laman detik.com, Minggu (16/5/2021).

Diketahui, kedua pria itu kemudian berniat menagih utang uang pelicin yang sudah diserahkan kepada tersangka sebesar Rp 63 juta. Akan tetapi pada kenyataannya, bukannya pembayaran yang diterima. Justru nyawa Edi melayang dan Dariansyah mengalami luka serius.

“Salah seorang korban yakni Dariansyah awalnya menghubungi tersangka sekitar pukul 10.00 Rabu (12/5/2021), menanyakan soal utang piutang. Saat itu korban memberitahu bahwa dia akan datang bersama Edi (korban tewas) ke rumah tersangka, tersangka mempersilahkan mereka datang,” kata Kapolres.

Ketika kedua korban bersama seorang lainnya yakni Hidayat datang ke rumah tersangka sekitar pukul 18.00 WIB, mereka sempat terlibat obrolan singkat. Dan saat mengobrol itu, kepada polisi tersangka mengaku tersinggung dengan pembicaraan korban hingga timbul niat untuk menyerang korban.

“Tersangka tersinggung dengan omongan mereka (korban) lalu tersangka pun berniat untuk melakukan penyerangan. Setelah itu tersangka mempersilahkan korban Dariansyah untuk pergi ke rumah ibu tersangka menjelaskan soal utang piutang. Saat itu korban Edi berada di ruangan bersama tersangka,” ujar Lukman.

Dan begitu Dariansyah keluar, kesempatan itu lantas dimanfaatkan tersangka untuk menyerang Edi. Dimana, dia lebih dulu menghantam korban dengan gagang golok. Kemudian, dia nekat membacok kepala korban menggunakan golok yang sama. Bahkan tidak cukup disitu, pelaku juga mengambil pisau dan menusuk perut korban.

“Tersangka ke kamar mengambil sebilah pisau lalu menusuk perut dan menusuk dada korban Edi dengan jumlah tusukan sekitar 6 kali. Kemudian dalam keadaan terluka korban Edi berjalan keruang tamu dan langsung jatuh tergeletak,” jelas Lukman.

Adapun kejadian itu turut mengagetkan Dariansyah. Dia bahkan sempat berkelahi dengan tersangka. Lantaran dalam kondisi terdesak, tersangka kemudian mengambil samurai yang menempel di dinding ruang tengah. Dan tak lama kemudian, dia langsung mengejar Dariansyah.

“Tersangka mengejar korban Dariansyah sampai tepat di depan rumah tersangka pun menyabet kepala dan dada korban. Korban Dariansyah ini berteriak meminta tolong hingga membuat warga berdatangan. Melihat banyak warga yang datang tersangka melarikan diri ke arah perkebunan dan sawah,” ungkap Lukman.

Dalam kasus ini, korban Edi dinyatakan tewas ditempat sementara Dariansyah mengalami luka bacok di kepala dan dada hingga mendapat penanganan medis di RSUD Jampang Kulon. Meski demikian, selang dua hari tersangka berhasil ditangkap.

“Pelaku sempat bersembunyi di hutan, sampai akhirnya diamankan pada hari Jumat, 14 Mei 2021 sekitar pukul 14.30 WIB di sebuah warung yg berlokasi di Jl. Lengkong Cijaksa Ds. Karanganyar Kec.Jampangkulon Kab.Sukabumi,” pungkas Lukman.