Terkesan dengan Aksi Siswa SD Minta Jambu Mawar Pakai Surat, Pemilik : ‘Kok Bisa Sesopan Itu’

Cuplikan Video TikTok Anak Meminta Jambu di Sleman. Foto : kompas.com

Rancah.com – Unggahan video yang memperlihatkan secarik surat dari siswa sekolah dasar (SD) yang dengan sopan meminta buah jambu mawar, pemilik jambu mawar Yulia Wulandari warga Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta turut beri komentar.

Seperti dikutip dari laman kompas.com, Kamis (10/6/2021), surat yang ditulis siswa SD tersebut diketahui ditempel di pagar rumah pemiliknya. Adapun tampak di kertas yang tertempel di pagar tersebut tertulis “Permisi saya anak SD, maaf saya boleh gak minta jambu mawarnya. Ciri : warnanya kuning, bulat, daunya panjang, baunya harum, kalau sudah gantung di pagar”.

“Saya tidak menyangka menjadi viral, tahu (viral) dari saudara,” ujar Yulia Wulandari.

Diceritakan oleh Yulia, bahwa peristiwa tersebut terjadi tepatnya pada 12 Mei 2021. Dalam hal ini, dia pun turut merekam momen itu lantaran mengaku terkesan dengan sikap sopan anak tersebut. Bahkan, dia pun langsung mengunggahnya ke akun TikTok @Yulia_arsen_mahes.

“Saya senang banget karena, kok ada ya anak kecil berani minta ke rumah orang. Maksudnya dalam keadaan (rumah) sepi dan dia itu langsung nulis. Saya langsung oh ini pasti anaknya baik. Sampai penasaran saya lihat dari kamar,” bebernya.

Meski demikian, diakui Yulia bahwa dirinya masih berupaya untuk mencari rumah anak yang meminta buah jambu lewat surat tersebut. Hal ini dilakukan lantaran dia mengaku ingin bertemu dengan orang tua anak itu.

“Motivasi ingin mencari karena saya juga mau tanya-tanya gimana sih cara mengasuh anak yang baik kok bisa seperti ini. Saya ingin nanya ke papa mamahnya, mereka punya jurus apa sih kok anaknya bisa sebaik itu, sesopan itu,” ucapnya.

Yulia mengatakan bahwa anak tersebut bisa menjadi inspirasi tentang hal-hal baik. Bahkan, dia menilai jika sikap anak tersebut ingin buah jambu mawar dan berani meminta izin dengan sopan kepada pemiliknya.
“Buat contoh yang lain, ayo dong dia (anak SD) bisa ngasih contoh ke kita ayolah kita pasti bisa. Kita yang sudah gede juga pasti bisa, kebetulan anak-anak saya kan juga masih kecil-kecil bisa menjadi contoh mereka juga kalau mau apa-apa izin,” jelas Yulia.

Dalam pengakuannya, Yulia sendiri sebelumnya sempat berbincang dengan anak tersebut meski tidak lama. Dia sendiri bahkan turut menanyakan nama anak tersebut.

“Kalau tidak salah namanya itu Sidik,” ujar Yulia.

Lebih lanjut, Yulia juga mengaku jika dirinya baru pertama kali itu bertemu dengan anak tersebut. Dan setelah peristiwa itu, Yulia mengaku tidak pernah melihat lagi anak tersebut di sekitar rumahnya.

Saya baru bertemu sekali itu, habis itu anaknya juga tidak pernah balik ke sini lagi,” ungkapnya.