Baper Gegara Candaan Soal ‘Bos Benny Harman Masih Lama Jadi Presiden’, PD Minta Yasonna Cabut Pernyataan

Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly. Foto : detik.com

Rancah.com – Baru-baru ini, Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly turut melontarkan candaan soal ‘Bos Benny Harman masih lama jadi presiden’. Hal ini membuat kader Partai Demokrat (PD) langsung terbawa perasaan dan meminta Yasonna mencabutnya.

Seperti dikutip dari laman detik.com, Kamis (10/6/2021), candaan Yasonna tersebut awalnya terlontar dalam rapat Komisi III DPR membahas hukuman pidana bagi penghina presiden dan wakil presiden. Dimana, aturan hukum ini disebut untuk melindungi presiden setelah Joko Widodo (Jokowi).

“Mengkritik presiden sah, kritik-kritiklah kebijakannya apanya, sehebat-hebatnya kritik nggak apa, bila perlu nggak puas ada mekanisme konstitusional ada kok, seperti tadi Pak Benny sampaikan mekanisme untuk kebijakan pemerintah. Tapi once you get in personal, soal personal yang kadang dimunculkan, Pak Benny tahu kan presiden kita (Jokowi) dituduh secara personal dengan segala macam isu, itu dia tenang-tenang aja, dia bilang kepada saya, ‘Saya nggak ada masalah dengan pasal ini’. Tapi, apa kita biarkan presiden yang akan datang digituin?” kata Yasonna.

Kemudian, Yasonna menyebut satu di antara anggota Komisi III DPR ini bisa menjadi presiden di masa depan. Tak berselang lama, Yasonna turut menyinggung pimpinan partai dari anggota DPR Fraksi Gerindra Habiburokhman, yang mungkin menjadi presiden.

“Mungkin salah satu di antara kita ini, Pak Adies Kadir, jadi presiden atau siapa atau siapa, atau bosnya Pak Habiburokhman, atau siapa, kita biarkan (penghinaan) itu?” ujar Yasonna.

Dalam hal ini, Yasonna pun lantas bercanda menyinggung pimpinan partai anggota Komisi III DPR RI F-Demokrat, Benny K Harman yang disebutnya masih lama menjadi presiden.

“Kalau bosnya Pak Benny masih lama barangkali,” kelakar Yasonna disambut gelak tawa anggota DPR yang hadir.

Saat dikonfirmasi, Yasonna sendiri langsung mengatakan jika ucapannya itu hanya sebagai candaan.

“Misalnya, misalnya, contoh, ya kan, masih muda. Bercanda, bercanda, bercanda, jadi ya,” ucap Yasonna.

Walaupun tak menjelaskan secara detail, Yasonna menyebut jika bos Benny Harman di Partai Demokrat adalah Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Bahkan, Anggota Komisi III DPR lain yang juga berasal dari Fraksi Partai Demokrat, Santoso merasa keberatan dengan candaan Yasonna.

“Saya ingin apa, yang Pak Menteri sampaikan, yang menyatakan bos Pak Benny masih lama itu supaya dicabut. Saya sangat keberatan,” kata Santoso dalam rapat.

Menurut Santoso, Yasonna sendiri merupakan salah seorang kader partai. Dalam hal ini, dia menyebut jika candaan Yasonna kurang tepat disampaikan lantaran bisa menimbulkan friksi di masyarakat.

“Kenapa? Karena Pak Yasonna ini, di samping menteri, juga kader dari partai politik. Jadi kurang tepat juga menyampaikan hal itu, sehingga nanti akan menimbulkan friksi di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya.

Oleh karena itu, Santoso menegaskan bahwa persoalan 2024 biar dicatat oleh sejarah. Bahkan, mantan anggota DPRD DKI Jakarta itu menekankan bukan Yasonna yang menentukan terpilih atau tidaknya seseorang.

“Soal bos Pak Benny dan bos saya di tahun 2024 jadi atau tidak, biarlah roda sejarah yang akan mencatat itu. Jadi bukan Pak Yasonna,” ujarnya.

Sementara merespons hal itu, Yasonna pun menarik kata-katanya soal bos Benny masih lama menjadi presiden. Bahkan, dia juga menekankan pernyataannya itu hanya sebatas candaan.

“Sebetulnya itu joke, tapi saya cabut, makasih. Mohon maaf,” jawab Yasonna.