Video Viral Polisi dan Satpol PP Seret-Injak Mahasiswa yang Demo di Kantor Bupati Alor

Ilustrasi Foto : kompas.com

Rancah.com – Beredanrnya unggahan video yang memperlihatkan aksi sejumlah anggota polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyeret dan menginjak mahasiswa, belakangan ini mendadak viral di sejumlah grup media sosial. 

Dikutip dari laman kompas.com, Jumat (11/6/2021), tampak dalam video yang berdurasi 2 menit, 29 detik itu, anggota polisi tengah menyeret seorang mahasiswa yang sedang ikut aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Alor. Bahkan, mahasiswa tersebut juga terlihat diinjak oleh seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja.

Tak terima melihat rekannya diperlakukan demikian, beberapa mahasiswa lain turut membela hingga akhirnya ikut ditangkap polisi dan dinaikan ke kendaraan patroli milik polisi. Sementara beberapa mahasiswa lain ada yang dimasukan ke mobil patroli, kemudian dibawa ke Mapolres Alor.

Meski demikian, belum diketahui secara pasti mengenai alasan mahasiswa diseret dan diinjak oleh oknum polisi dan Satu Pol PP. Diketahui, para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Pedagang Alor, itu menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Alor pada Kamis (10/6/2021). Dalam hal ini, mahasiswa menolak kebijakan pemerintah yang merelokasi 753 pedagang Pasar Kadelang ke Pasar Liba Kalabahi.

Sementara itu, menurut keterangan Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas mengatakan bahwa pihaknya mengamankan tiga orang mahasiswa. Hal ini lantaran ketiga mahasiswa tersebut memaksa masuk ke dalam kantor Bupati Alor untuk melakukan sweeping. Dia juga menyebut bahwa mahasiswa memaksa sweeping lantaran mahasiswa menginginkan bupati yang menerima dan mendengar aspirasi mereka.

“Kemudian karena memaksa masuk, maka kami amankan beberapa orang yang diduga memprovokasi,” kata Agustinus. 

Adanya pengamanan dilakukan untuk menetralisir keadaan sehingga penyampaian aspirasi tersebut dapat tersampaikan dengan baik.

“Kalau kami izinkan mereka sweeping, siapa yang menjamin mereka kemudian di dalam tidak melakukan tindakan-tindakan yang mengarah ke anarkis atau ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk menyudutkan peserta aksi,” kata Agustinus.

Lebih lanjut, Agustinus mengatakan bahwa pihaknya hanya menjaga agar jangan sampai aksi tersebut sengaja dibuat menjadi kacau, atau membenturkan dengan kepolisian yang mengamankan aksi.

“Tadi tiga orang yang kami amankan, sudah dilepaskan tadi sore. Kami lepaskan mereka, setelah kami berdiskusi dengan perwakilan peserta aksi. Dan dari penjelasan baik dari kepolisian dan perwakilan aksi berjalan lancar,” kata Agustinus.