Terungkap Fakta Memilukan Penemuan Mayat Wanita Hamil di Galian Septic Tank

Ilustrasi Foto : BBC

Rancah.com – Penemuan mayat wanita hamil berinisial SA (25) di galian septic tank turut diungkap pihak kepolisian. Diketahui, mayat tersebut ditemukan di pekarangan rumah korban sendiri di Perumahan Griya Sakti di Jalan Garuda Sakti KM 9, Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, pada Selasa (8/6/2021) oleh pihak keluarga.

Seperti dikutip dari laman kompas.com, Jumat (11/6/2021), Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Riau, Kompol Supriyanto menduga bahwa berdasarkan hasil otopsi, SA merupakan korban pembunuhan. Dia juga mengatakan bahwa ada bekas luka di leher korban. Bahkan saat ditemukan, tubuh korban penuh pasir dan masih menggunakan pakaian.

“Secara spesifik saya tidak bisa menjelaskan, yang jelas bahwa dari fakta pemeriksaan kita meyakini adanya suatu dugaan tindak pidana. Yang mana dari hasil pemeriksaan kita temukan ada kekerasan tumpul pada daerah leher,” kata Supriyanto.
Bahkan, Supriyanto juga turut membenarkan bahwa korban sedang mengandung. Dimana, beredar kabar bahwa usia janin dalam kandungan korban yakni lebih kurang 24 minggu.

“Jadi dua-duanya (baik korban dan janin) suah dalam keadaan meninggal,” katanya.

Sementara itu, korban diduga sudah dinyatakan tewas antara 8 sampai 21 hari. Adapun hal itu dibuktikan dengan kondisi tanah di sekitar lokasi septic tank.

“Karena ini di tanah, maka proses pembusukannya jadi melambat. Kalau di udara terbuka baru bisa lebih cepat. Karena dia di tanah, sesuai dengan teori yang kita pahami itu sekira 8 sampai 21 hari,” jelas Supriyanto.

Diberitakan sebelumnya, kasus tersebut awalnya terungkap setelah warga perumahan mencium bau busuk di sekitar rumah korban. Kemudian setelah ditelusuri, pihak keluarga dan warga pun menemukan ada galian septic tank yang sudah ditutup di ujung teras rumah korban.

“Lubang septic tank kemudian digali dan ditemukan jasad korban. Jasad korban kemudian kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru untuk dilakukan otopsi,” sebut Kapolsek Tapung, Kompol Sumarno.

Dalam hal ini, Sumarno turut mengatakan bahwa korban dinyatakan hilang sejak 21 Mei 2021. Bahkan, pihak keluarga menyatakan tidak mengetahui ke mana korban pergi.

“Penyebab meninggalnya korban masih dalam penyelidikan,” kata Sumarno.
Menurut keterangan adik kandung SA, Siti Nurhasanah mengatakan bahwa kakaknya itu sempat dikabarkan pergi dari rumah dengan pria lain. Dimana, hal itu, dikatakan oleh suami korban.  

“Kata suaminya, kakak kami pergi dari rumah sama laki-laki,” kata Siti Nurhasanah, adik kandung korban.

Siti mengatakan bahwa saat itu suami korban juga turut mencari kakaknya. Akan tetapi, setelah itu suami korban justru pamit pulang kampung dengan alasan orangtuanya sakit dan tidak mau menitipkan kunci rumah ke keluarga.