DKI Jakarta Punya Robot Damkar Seharga Rp 32 M. Apa Kabar Pawang Geni Ala Jokowi?

Rancah.com – Demi mengantisapasi bahaya kebakaran, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta membeli robot pemadam kebakaran Dok-ing MVF-U3. Dinas PKP DKI Jakarta menyebut mereka membeli robot itu senilai Rp 32 miliar. Keren?

Dilansir dari laman detik.com, Kepala Dinas PKP DKI menyebutkan bahwa robot “Dibeli 32 (Rp 32 miliar) lah. Untuk anggaran pengurai (robot Dok-ing MVF-U3) sendiri itu sekitar Rp 32 miliar,” kata Kepala Dinas PKP DKI Jakarta Satriadi Gunawan saat dimintai konfirmasi, Kamis (13/2/2020), dikutip dari detik.com.

Dia menjelaskan, anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk pembelian robot Dok-ing MVF-U3 sekitar Rp 37 miliar. Namun, dari penganggaran tersebut, robot itu ternyata dibeli Rp 32 miliar.

Selain robot Dok-ing MVF-U3, Damkar DKI juga membeli LUF 60. Satriadi menjelaskan, robot LUF 60 dibeli seharga Rp 8 miliar. Mengapa membeli robot semahal itu? Ini alasannya,

“Petugas pemadam kebakaran harus memiliki peralatan yang mumpuni dan memang bisa mengatasi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas PKP DKI Jakarta telah membeli robotik untuk pemadaman kebakaran Dok-ing MVF-U3. Robot itu digunakan untuk area terowongan MRT dan LRT serta lokasi-lokasi yang berbahaya. Negara yang mempunyai MRT dan LRT wajib memiliki peralatan robotik ini karena bisa dikontrol dari luar.

Robot tersebut dibeli dari Kroasia. Dilihat dari situs LPSE DKI Jakarta, harga robot tersebut Rp 37,4 miliar. Satriadi ingin warga tak fokus ke mahalnya namun kepada fungsinya. Apalagi peralatan ini selain mahal juga bergaransi 5 tahun plus dengan kecanggihannya diperkirakan bisa menjamin keselamatan para petugas Damkar.

Satriadi mengatakan 2 unit robot yang dibeli adalah Dok-ing MVF-U3 seharga Rp 32 miliar dan unit LUF 80 senilai Rp 8 miliar. Dia menjelaskan, pembelian robot ini 1 paket dengan spare part mesin robot tersebut.

Dia pun menjelaskan, robot ini digerakkan dengan remote control. Sebanyak 12 petugas damkar, lanjutnya, sudah dilatih untuk mengoperasikan robot pemadam kebakaran. Dari 12 orang tersebut, 4 orang sudah mendapat lisensi.

Lantas, berapa waktu yang diperlukan untuk menyiapkan robot damkar ini bila situasinya darurat?

“Kalau operasionalnya tergantung kondisi di lapangan. Kan kondisi lapangan kita nggak tahu gimana,” kata Kepala Dinas PKP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, di Kantor Dinas PKP DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (13/2/2020).

Satriadi mengungkapkan pemakaian robot ini situasional atau 2 robot tidak akan digunakan bersamaan.

“Kalau open fighter kita menggunakan pengurai (robot Dok-ing MVF-U3). Kalau tunnel atau terowongan, di jalan sempit, kita menggunakan LUF 60,” ujarnya.

Apa kabar ‘Pawang Geni’ bikinan Jokowi dulu semasa jadi Gubernur Jakarta? Dilansir dari kompas.com, alat penanggulangan kebakaran alias “pawang geni” adalah alat penanggulangan kebakaran yang jadi kebanggaan Joko Widodo semasa jadi Gubernur DKI jakarta.

Alat itu diyakini mampu memadamkan api dengan cepat. Sebelumnya, saat masih menjabat Wali Kota Solo, Jokowi pernah mengoperasikan pawang geni. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) DKI Jakarta telah membeli sebanyak 65 unit alat pemadam manual bergerak dengan merek Pawang Geni.

Pompa kebakaran manual atau pawang geni itu resmi dikenalkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo saat Pilkada DKI di Manggarai, Jakarta Selatan. Jokowi resmi meluncurkan alat ringkas sebagai pertolongan pertama pada kebakaran yang marak terjadi di Jakarta. Alat itu dinamakan “Pawang Geni”.

Sejatinya, alat bernama pawang geni tersebut adalah sebuah tong sebagai penampung air berkapasitas 200 liter yang diletakkan di atas besi beroda, dilengkapi pompa, selang sepanjang lebih kurang 10 meter, dan alat penyemprot seperti milik pemadam kebakaran. Alat ini memiliki dimensi lebar 80 cm dan tinggi 150 cm. Sayangnya, sekarang alat ini dibiarkan mangkrak tak terpakai.

Memiliki selang, pompa manual, dan roda.Tong dan kerangka roda dicat merah menyala dan bertuliskan Pawang Geni. Serba manual, tentu saja Pawang Geni hanya bisa dipakai untuk memadamkan kebakaran dalam skala kecil saja. Karena tenaga yang dipakai untuk mengoperasikan pawang geni adalah tenaga manusia, tidak mungkin memadamkan kebakaran dalam skala sedang atau besar.

Bandingin dengan robot Dok-ing MVF-U3 seharga Rp 32 miliar dan unit LUF 80 senilai Rp 8 miliar, apalah artinya, ya? Bye..bye..Pawang Geni, Welcome to a world of robots..

Sumber: detik.com, kompas.com





    close