Karena Salah Jalan, Driver Grab Diduga Menculik Karyawati

Rancah.com – Setiap manusia memang tak luput dari kesalahan. Hal itu wajar karena manusia adalah makhluk Tuhan yang yang diberi akal pikiran untuk  belajar dari kesalahan – kesalahan yang diperbuatnya.

Baru – baru ini warganet dihebohkan dengan berita dimana seorang karyawati yang bernama Tian (25 tahun) yang diduga diculik oleh seorang driver Grab bernama Muhammad Imam Sohibi.

Namun saat diklarifikasi lebih lanjut, ternyata itu hanyalah kesalahpahaman yang terjadi antara Tian dengan Imam yang menjadi driver Grab. Hingga akhirnya Tian meminta maaf kepada Imam dan pihak dari Grab sendiri.

Berikut merupakan kronologi dan klarifikasi dari Tian, seorang karyawati yang sempat menghebohkan media terkait dirinya yang diculik driver Grab.

Dalam kronologi saat dirinya turun di pinggir jalan tol, Tian mengatakan jika saat itu memang dia memesan Grab untuk dua tujuan, yakni ke Dharmawangsa, Jakarta Selatan, dan ke Ice BSD, Tangerang.

Namun, karena maps yang di handphone driver Grab eror, jadi mobil yang dikemudikan Imam itu menuju arah Tol Kebon Jeruk tanpa disengajai. Karena itulah Tian mengaku panik dan menekan emergency button yang ada di aplikasi Grab miliknya.

“Lalu saya panik di situ, dan memencet emergency button dan meminta putar balik ke mas-nya, tapi telanjur masuk tol. Maka saya meminta diturunkan di pinggir tol secepatnya diarahkan ke keramaian,” tuturnya.

Terkait dengan percakapan melalui HT, dia mengatakan hal itu sudah diklarifikasi oleh driver. Menurut Tian, itu percakapan antara keluarga dan Imam. Itu pun tidak melalui HT, melainkan di handphone milik Imam.

“Saya sudah diklarifikasi juga karena yang saya dengar ada suara bisik-bisik. Beliau menerima telepon tersebut ternyata pada saat itu telah dijelaskan juga, dan telah diperiksa di panggilan telepon dia itu dia sedang menelepon orang tuanya, tetapi memang dia pelankan suaranya karena dia tidak mau mengganggu katanya,” ungkapnya.

“(Soal HT) Itu baru perkiraan. Jadi saya mendengar aja, nggak lihat bentuknya seperti apa,” imbuh Tian.

“Pada hari ini, saya ingin mengklarifikasi kejadian ini setelah adanya mediasi bersama driver tersebut dibantu pihak Polda Metro Jaya, maka beberapa poin yang pada saat itu saya tanyakan telah terjawab. Saya telah memahami bahwa adanya kesalahpahaman yang terjadi, dikarenakan driver tersebut pun baru memulai jadi driver selama 1 bulan. Dan terjadi human error, kesalahan arah tujuan yang membuat saya panik, dan meminta diturunkan di pinggir tol arah ke jalan raya,” ujar Tian di di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta pada hari Selasa (11/2/2020).

Tian mengatakan jika saat ini dia sudah meminta maaf dengan driver dan pihak Grab. Dia mengakui ada kesalahpahaman dalam kasusnya ini.

“Maka dari itu, saya memohon maaf kepada Muhammad Imam Sohibi, keluarga dan pihak Grab atas keramaian yang terjadi. Saya akan segera mencabut laporan ini secepatnya,” katanya.
Dia pun menyarankan agar Grab lebih memperhatikan driver-nya demi keamanan pengguna jasa taksi online. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak Polda Metro Jaya yang memediasi antara dia, Imam, dan pihak Grab.