Ujian Nasional 2020 Ditiadakan, Pemerintah Kaji Dua Opsi Lain

Foto: Tempo.co

JAKARTA, Rancah.com – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2020 sepakat untuk ditiadakan terkait merebaknya pandemi wabah corona baru atau Covid-19. Penghapusan UN tersebut untuk siswa SD, SMP, SMA, dan sederajat di seluruh Indonesia.

Keputusan ini telah disepakati oleh pihak Kemendikbud dan Komisi X DPR-RI dalam rapat “konsultatif” secara daring atau jarak jauh. Ketua Komisi X Syaiful Huda menyampaikan keputusan tesebut lewat akun Instagram milik pribadi.

Baca juga: https://www.rancah.com/berita/nasional/45809/ujian-nasional-sd-smp-dan-sma-ditiadakan/

“Barusan selesai Rapat Daring dengan Mendikbud dan Jajaran; salah satu yang kita sepakati; Ujian Nasional (UN) SD, SMP dan SMA Ditiadakan.” tulisnya, seperti dikutip, Selasa (24/3/2020).

Rapat Daring Ketua Komisi X Bersama Kemendikbud

Kendati demikian, pemerintah tetap mengkaji opsi lain dari adanya peniadaan UN. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) menjadi salah satu opsi. Namun USBN hanya bisa dilakukan jika sekolah mampu menyelenggarakannya secara daring.

“Kami sepakat bahwa opsi USBN ini hanya bisa dilakukan jika dilakukan secara daring, karena pada prinsipnya kami tidak ingin ada pengumpulan siswa secara fisik di gedung-gedung sekolah,” jelas Huda.

Jika sekolah tidak sanggup melaksanakan USBN secara daring, maka opsi terakhir adalah penentuan kelulusan berdasarkan nilai kumulatif siswa selama belajar di sekolah.

“Jadi nanti pihak sekolah akan menimbang nilai kumulatif yang tercermin dari nilai rapot dalam menentukan kelulusan seorang siswa, karena semua kegiatan kurikuler atau ekstrakurikuler siswa terdokumentasi dari nilai rapor,” imbuh dia.