Ibunda Jokowi Wafat, Tiba-Tiba Jubir PA 212 Ustad Haikal Hasan Ungkapkan Hal Ini

Rancah.com –  Meninggalnya ibunda Presiden Jokowi ditengah Pandemi Corona yang melanda Indonesia, mengejutkan seluruh Warga Indonesia. Sujiatmi Notomiharjo, pada Rabu (25/3/2020) sore..  Ucapan duka pun terus mengalir kepada Presiden Jokowi dan Keluarga.

Tidak ketinggalan, ucapan Duka pun datang dari Ustadz Haikal Hassan yang juga merupakan juru bicara PA 212.

Dalam cuitan ucapan duka tersebut Ustads Haikal Hassan juga mengungkap sesuatu yang cukup jarang diketahui oleh publik, bahwasanya Ibunda Jokowi disebutkan mengajarkan Qulhu 100x setiap hari kepada anak-anaknya.

“Ibunda P’Jokowi wafat? Turut berduka cita. Beliau ajarkan baca Qulhu 100X sehari untuk kesuksesan anaknya, Saya denger langsung cerita ini dari orang terdekat. Mungkin itu salah satu kunci sukses dunianya. Alfaatihah….,” ungkap Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu di @haikal_hassan.

“Inna lillaahi wa inna ilaihi raajiuun… Soal qulhu itu, dibacakan setiap malam saat tahajjud… Alfaatihah,” tulis Haikal di akun Twitternya, @haikal_hassan.

 

Haikal hassan juga mengatakan bahwa Ibunda Presiden Jokowi merupakan sosok Ibu yang hebat.

“Beliau ibu yg hebat. Doa gak putus. Puasa buat kesuksesan anaknya. Dzikirnya kuat. Begitu yg saya dengar… Sekali lagi Alfatihah utk almarhumah….”

Kabar terkonfirmasi bahwa telah meninggalnya Ibunda Presiden itu datang dari Mensesneg Pratikno,

“Innalillahi w.r. Saya mendapatkan berita dari Mensesneg Pratikno tentang Berita Duka: Innalillahi wa innaillaihi rojiun

Eyang Notomiharjo, Ibunda Bapak Presiden @jokowi wafat di Solo pkl 16.45 tadi,” tulis @fadjroeL.

“Mohon doanya semoga almarhumah husnul khotimah ~ #Jubir @JubirPresidenRI,” demikian disampaikan oleh Fadjroel Rachman.

Ibunda Presiden RI Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo direncanakan akan dimakamkan pada hari ini Kamis (26/3/2020).

Karena berhubung saat ini Indonesia tengah menghadapi cepatnya penyebaran virus Corona, maka keluarga Jokowi meminta agar masyarakat Indonesia tidak usah datang berbondong-bondong ke Solo, namun cukup mendoakan saja dari rumah.