Meski Sering Serang Jokowi Tapi Amien Rais Tidak Ingin Jokowi Turun, Amien Rais : Nanti Jauh Lebih Parah

Rancah.com – Meski Kerap mengkritik Pemerintahan Jokowi dan memilih untuk berada di luar pemerintahan, namun ternyata Amien Rais tidak ingin kalau Jokowi turun dari jabatannya ditengah jalan. Amien Rais tetap ingin Jokowi menghabiskan masa jabatannya hingga Akhir Periode yakni 2024.

Pernyataan tersebut diucapkan secara blak-blakan oleh Amien Rais melalui channel YouTube Refly Harun yang tayang pada Kamis (21/5/2020).

“Jadi tidak ada yang kemudian puas ya, hanya sesungguhnya sebuah yang dewasa itu kalau awalnya sudah bagus mestinya juga jangan cepat lantas gontok-gontokan,” ujar Amien.

Amien mengaku merasa aneh dengan pergantian presiden yang berlangsung cukup singkat pada 1998-2004.

Dalam lima tahun sudah ada lima kali pergantian presiden.

“Kemudian saya mengingatkan alangkah lucunya selang lima tahun kita menyaksikan lima presiden.”

“Jadi waktu reformasi kita menyaksikan Pak Harto diganti oleh Pak Habibie, Pak Habibie diganti oleh Pak Abdurrahman Wahid, Gus Dur diganti oleh Megawati, lalu diganti Pak Yudhoyono itu kan cuma rentang lima tahun saja,” ucap dia.

Sehingga, ia meminta jangan sampai mendesak presiden mundur.

Apabila itu terjadi maka sia-sia konstitusi itu telah dibentuk.

“Jadi jangan sampai kita nanti ada presiden yang turun di tengah jalan, ini kita hormati semarah-marah kita kepada presiden, kita tunggu sampai titik akhir.”

“Karena kalau kita sampai turunkan presiden di tengah jalan lagi nanti kambuh, nanti enggak ada gunanya itu konstitusi,” kata dia.

Mantan Ketua MPR ini mengaku juga berlaku hingga sekarang.

Jangan sampai mendesak Jokowi turun di tengah jalan karena menurutnya hal itu bisa membuat situasi semakin buruk.

“Sikap itu sampai hari ini Pak?,” tanya Refly Harun.

“Ya saya begitu, Iya itu betul, karena saya tahu menurut saya kalau Pak Jokowi sampai diturunkan itu akan jauh lebih parah.”

“Lebih baik sudahlah, ya sudah kita tunggu jika Allah menghendaki lain kita tidak akan pernah tahu,” ujar dia.

Namun, jika terjadi skandal seperti skandal Watergate di Amerika Serikat yang melibatkan Presiden Richard Nixon itu lain cerita.

Sehingga, seburuk-buruknya presiden tetap harus ditunggu hingga masa jabatannya selesai.

“Tapi secara rasional, secara kesadaran politik, kesadaran bernegara sebaiknya memang ya apa seperti di Amerika, kalau ada skandal seperti Nixon ya apa boleh buat, tapi umumnya sejelek-jelek itu kan juga ditunggu,” ungkap dia.

Amien Rais Ungkap Pernah Minta Diam-diam Kader PAN Pilih Megawati Jadi Wapres

Dilansir oleh TribunWow.com, Amien Rais juga sempat mengatakan dirinya pernah meminta para kadernya di PAN memilih Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden.

Sebagaimana diketahui pada 1999 pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Ketua MPR serta Ketua DPR dipilih melalui Sidang Paripurna MPR.

Amien Rais mulanya bercerita bahwa dirinya sebelum pemilihan Ketua MPR, ia mengaku sempat bertemu dengan para petinggi Partai Golkar.

“Kemudian tanpa ada pengawal saya naik taksi waktu itu semua cari saya, ‘Pak Amien hilang’.”

“Sesungguhnya saya sedang ke tempatnya Ginanjar Kartasasmita, di sana ada Ginanjar, ada Muladi, ada Akbar Tanjung, ada Ical (Aburizal Bakrie) dan lain-lain,” ujar Amien.

Amien menceritakan kala itu, Partai Golkar sepakat untuk memilih dirinya sebagai Ketua DPR.

“Saya mengatakan bapak-bapak nanti malam itu kan Pemilihan Ketua MPR ‘Apakah betul Golkar akan mendukung saya?’. ‘Ya Pak Amien betul, kita enggak bohong gitu’.”

“‘Bisa dijamin enggak, kalau Golkar enggak dukung saya, saya kalah’, ‘Yang jaminkan kan Tuhan Allah, Pak Amien jangan gitu dong’, iya-iya tapi itu betul-betul?,” demikian cerita Amien.

Kemudian ia benar-benar terpilih sebagai Ketua MPR.

Sedangkan, Akbar Tandjung terpilih sebagai Ketua DPR sedangkan Abdurrahman Wahid terpilih sebagai Presiden.

“Dan betul akhirnya saya dipilih 67 persen kalau tidak salah sebagai Ketua MPR, baru kemudian Ketua DPR, Pak Akbar suaranya juga mayoritas gitu. Nah kemudian Gus Dur itu sudah pasti menang,” jelas Amien.

Lalu, Hamzah Haz sempat mengajukan diri sebagai Wakil Presiden.

“Waktu itu memang maaf ini Pak Hamzah masih suka, Pak Hamzah mengatakan Pak Amien Anda Ketua MPR, Gus Dur Presiden, Pak Akbar Ketua DPR,” ujar Amien.

“‘Mustinya kan saya Wakil Presiden’,” ucap Amien menirukan kata-kata Hamzah Haz.

Amien menjawab bahwa seharusnya yang berkesempatan menjadi Wapres itu Megawati karena partainya berhasil meraih suara hingga 34 persen.

“Terus saya mengatakan ‘Pak kita ini kan Bhineka Tunggal Ika’.”

“Jangan mentang-mentang kita menguasai MPR itu lantas kemudian Megawati menang PDIP kan 34 persen waktu itu masak enggak kan lucu,” ujarnya.

Karena Hamzah Haz tetap maju menjadi Calon Wapres, Amien mengaku sempat diam-diam meminta agar para kadernya di PAN memilih Megawati.

“Jadi kita juga harus merenggang lah, nah kemudian waktu itu Pak Hamzah Haz tetap maju karena dia minta tetap maju gitu.”

“Tapi diam-diam saya kira PAN saya suruh jangan pilih Hamzah, pilih Megawati,” katanya.

Blak-blakan, Politisi 76 tahun ini juga memilih Megawati sebagai Wapres sehingga putri dari Soekarno itu menang telak menjadi Wapres.

Amien mengaku saat itu hubungannya dengan Megawati berlangsung sangat baik.

“Kemudian ada lucu-lucu begitu, ini senda gurau politik ya, kan waktu itu saya menulis memilih siapa, ya saya memilih Megawati.”

“Jadi waktu itu Megawati menangnya kan juga relatif telak juga, nah di situ saya kira sampai titik itu sudah ada kebersamaan yang luar biasa,” jelasnya.