Permintaan Menag Agar Masjid Tetap Gaungkan Takbir Dengan Tetap Memperhatikan Protokol Kesehatan Sesuai Anjuran MUI

Sekjen MUI Anwar Abbas. Foto : detik.com

 

Meskipun Hari Raya Idul Fitri tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, namun Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi berharap agar gema takbir tetap dapat digaungkan melalui pengeras suara di masjid dan musala di setiap daerah. 

Dikutip dari laman detik.com (22/5/2020), menurut Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas mengatakan, jika kegiatan untuk memakmurkan masjid di tengah pandemi Covid-19 diharuskan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sangat ketat.

 

“Saya sangat-sangat meminta protokol medis diperhatikan agar tingkat safety benar-benar tinggi,” kata Anwar.

 

Dalam pelaksanaan takbiran secara langsung, para pengurus masjid diminta Anwar untuk senantiasa mengingatkan kepada masyarakat yang ingin ikut bertakbir agar menghormati anjuran yang ada dengan tetap menjaga jarak antara satu dengan yang lainnya.

 

“Kalau dalam ketentuan jarak antar orang itu 1 meter kalau perlu dibuat 2 meter dengan memakai masker, dan di malam takbiran ada yang mengumandangkan takbir agar malam takbiran suasana tetap semarak,” katanya.

 

Melalui siaran langsung di Youtube BNPB pada Kamis (21/5/2020), Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi sebelumnya sudah menyarankan agar pelaksanaan takbir keliling yang rutin dilakukan di malam menjelang Hari Raya Idul Fitri, untuk tahun ini tidak dilaksanakan selama masih adanya pandemi virus Covid-19. Meskipun demikian, dia berharap agar gema takbir tetap dapat digaungkan melalui pengeras suara di masjid dan musala.

 

“Biasanya kita lakukan takbir keliling supaya tidak usah. Saya sarankan supaya takbir di rumah saja. Tapi saya berharap juga masjid-masjid, musala-musala bisa menggaungkan takbir ini melalui loud speaker-nya sehingga betul-betul kegembiraan menyambut Hari Raya Idul Fitri itu tidak hilang,” sambungnya.

 

Di tengah pandemi saat ini, Fachrul dapat memahami bahwa umat Muslim terpaksa merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan kondisi yang terbilang sangat terbatas. Namun, dia berharap jika adanya wabah Covid-19 ini bukan menjadi penghalang bagi umat Muslim untuk bisa merayakan kegembiraan di hari kemenangan nanti.

 

“COVID-19 ini tidak boleh mengurangi kegembiraan kita dalam menyambut hari kemenangan,” ujar Fachrul.