Catat! Hanya Orang Tertentu yang Bisa Terbang dari Bandara Soetta

Ada yang menarik ketika PT Angkasa Pura II (Persero) memberikan pengakuan bahwa pihaknya memperketat pengawasan kepada calon penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Menurut Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi, mayoritas penumpang memiliki kepentingan untuk melakukan perjalanan dinas. Dinas ke mana? Kampung halamannya atau bagaimana? Ini kan jelang lebaran.

Dilansir dari laman finance.detik.com, sebagian besar penumpang yang berangkat adalah mereka memenuhi kriteria melakukan perjalanan dinas, yaitu yang bekerja pada lembaga pemerintah atau swasta di bidang tertentu sebagaimana diperbolehkan di Surat Edaran Nomor 04/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Referensi pihak ketiga

“Dalam 10 hari terakhir atau pada 10-19 Mei 2020, penumpang yang berangkat dalam rangka perjalanan dinas di tengah pembatasan penerbangan ini setiap harinya mencapai 60-90% dari total jumlah penumpang setiap harinya,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (21/5/2020).

Untuk lebih jelasnya kriteria orang yang boleh melakukan perjalanan, yaitu mereka yang bekerja pada :

  • Lembaga pemerintah atau swasta di bidang pelayanan percepatan penanganan COVID-19.
  • Lembaga pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum.
  • Bidang Kesehatan
  • Kebutuhan dasar dan pendukung layanan dasar, dan fungsi ekonomi penting.
Referensi pihak ketiga

O ya, selain melakukan perjalanan dinas, orang-orang yang menggunakan layanan angkutan udara di Bandara Soetta adalah para warga negara Indonesia (WNI) yang kembali ke tanah air.

Diketahui, bandara Soetta sempat banjir kritik karena terjadi penumpukan calon penumpang. Benarkah tak ada yang mudik?

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta Anas Ma’ruf menjelaskan bahwa tim yang bertugas telah melakukan pengecekan dan validasi terkait surat perjalanan si calon penumpang, yaitu hanya untuk kepentingan tertentu.

Referensi pihak ketiga

Dia menegaskan ramainya kerumunan calon penumpang di bandara Soetta bukanlah orang-orang yang berbondong-bondong ingin mudik. Kepadatan yang terjadi karena masalah jam penerbangan antarpesawat yang berdekatan. Sedangkan jumlah penumpang berdasarkan pemantauan petugas normal-normal saja.

Yakin? perginya untuk kepentingan tertentu? Bukannya mudik? tapi jadi heran juga sich ya jelang Lebaran gini apa mungkin masih ada perjalanan dinas?