Penanganan Virus Covid-19 Dan Bantuan Sosial di Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Foto : detik.com

 

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, penerapan teknologi informasi  terbukti mampu membantu masalah yang terjadi. Hal ini terbukti di Banyuwangi, dimana penanganan pandemi dan bantuan sosial di wilayah tersebut relatif tak terjadi kekisruhan antar masyarakat.

 

Seperti dikutip dari laman detik.com (23/5/2020), Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, jika lewat sistem ‘Smart Kampung’ yang digunakan di wilayahnya dapat melingkup data penduduk penerima bantuan sebanyak189 desa dan 28 kelurahan yang terintegrasi secara online.

 

“Warga yang tak menerima bantuan dapat langsung melapor secara online, bila NIK (Nomor Induk Kependudukan) terverifikasi bantuan akan langsung dikirim ke yang bersangkutan,” ungkap Anas.

 

Sudah berjalan sejak tahun 2016, tak disangka jika sistem ‘Smart Kampung’ dapat digunakan dalam menangani masalah di tengah pandemi Covid-19. Seperti misalnya, akses data yang memuat sebanyak 300 rumah isolasi di berbagai desa/kelurahan dapat diakses warga yang hendak pulang ke kampung halaman untuk nantinya di reservasi secara online.

 

“Rumah isolasi ini terhubung dengan masing-masing Puskesmas untuk pemantauan isolasi 14 hari. Pengawasan ikut dilakukan oleh tiga Pilar Desa (pemdes, Babinsa, Bhabinkamtibmas),” jelas Anas.

 

Selain itu, system tersebut juga dapat digunakan untuk mendata warga yang terdampak Covid-19 seperti misalnya korban PHK, pekerja informal yang bangkrut dan lain-lain. Maka tak heran, jika sistem ‘Smart Kampung’ nantinya akan digunakan sebagai prioritas sasaran program pemulihan ekonomi.

 

Meski begitu, Anas tetap mengimbau kepada seluruh masyarakatnya untuk tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan yang ada dan mengajak untuk berdamai serta bersiap menjalani kehidupan normal yang baru. Dirinya bahkan mengaku, telah menyiapkan sejumlah aturan agar aktivitas warga dapat berjalan di tengah pandemi Covid-19.

 

“Kami menyiapkan pilot project dua desa/kelurahan di masing-masing kecamatan. Ini akan kami jalankan secara bertahap dengan mengikuti arahan pemerintah pusat terkait skema new normal,” kata Anas.

 

Anas menambahkan, jika penanganan pandemi Covid-19 dikatakan berhasil tergantung pada sejauh mana para pemimpin berupaya membesarkan hati dan menggerakkan frontline pelayanan public.

 

“Mereka adalah para lurah, Kepala desa, dan para ketua RT/RW,” ujarnya.