Jadi Calon Menteri Jokowi 2019-2024, Ini Profil Mahfud MD

Rancah.com – Mantan Ketua MK Mahfud MD dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Negara. Mahfud diminta menjadi calon menteri Jokowi 2019 sampai 2024. Seperti apa profilnya?

Mahfud merupakan calon menteri yang dipanggil ke Istana pertama kali dan terlihat oleh publik. Dia blak-blakan mengaku dipinang Jokowi untuk menjadi menteri. Dia diajak berbicara panjang oleh Presiden terkait persoalan hukum dan HAM di tanah air.

Hanya saja dia mengaku belum diberi tahu posisi menteri apa yang bakal dijabatnya.

Berikut fakta-fakta Mahfud MD, calon menteri Jokowi 2019 – 2024:

1. Anggota BPIP

Mahfud MD saat ini menjabat sebagai Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). BPIP resmi dibentuk pemerintah melalui Perpres No 7 Tahun 2018 tentang BPIP. Perpres ini ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 28 Februari 2018.

Menurut Pasal 3, BPIP mempunyai tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pembinaan ideologi Pancasila secara menyeluruh dan berkelanjutan.

BPIP sendiri terdiri atas Dewan Pengarah, Kepala dan Wakil, Deputi, Staf Khusus, Pengarah dan Tenaga Ahli

2. Mantan Menteri Pertahanan serta Menteri Hukum dan Perundang-undangan

Suami Zaizatoen Nihajati ini pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan serta Menteri Hukum dan Perundang-undangan Indonesia pada Kabinet Persatuan Nasional. Kabinet Persatuan Nasional adalah kabinet pemerintahan Indonesia pimpinan Presiden Abdurrahman Wahid dan Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri. Kini namanya kembali disebut sebagai calon menteri Jokowi 2019 – 2024.

3. Mantan Anggota DPR

Pria berusia 62 tahun itu juga pernah menjadi merupakan anggota DPR di komisi III. dia juga merupakan Wakil Ketua Badan Legislatif (2004-2008).

4. Mantan Ketua MK

Mahfud MD merupakan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013. Mahfud juga pernah menjadi hakim konstitusi periode 2008-2013.

5. Guru Besar FH-UII Yogya

Mahfud merupakan guru besar hukum tata negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta. Ia juga meraih gelar doktor pada 1993 dari Universitas Gadjah Mada.

6. Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta

Pria yang aktif di Twitter @mohmahfudmd ini merupakan ketua tim kampanye nasional bagi pasangan calon Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pilpres 2014. Namun saat itu dia mengundurkan diri sebelum Prabowo dinyatakan kalah dalam kompetisi politik tersebut.

Selain menjadi ketua tim kampanye nasional Prabowo-Hatta, Mahfud juga batal menjadi cawapres Jokowi pada Pilpres 2019. Padahal Mahfud mengaku diminta secara resmi jadi cawapres Jokowi pada 9 Agustus 2018 pagi. Bahkan sejak 8 Agustus 2018 malam, dia sudah diminta stand by. Bukan cuma mengirim CV, Mahfud juga sudah diminta mengukur kemeja putih pada 9 Agustus 2018.

Mahfud juga sudah menyatakan kesediaan mendampingi Jokowi. Namun nama cawapres Jokowi berubah di last minute. Rais Aam PBNU yang juga Ketua MUI, Ma’ruf Amin, diumumkan Jokowi sebagai cawapres pendampingnya.

7. Calon Menteri Jokowi

Mahfud MD dipinang Presiden untuk menjadi Presiden. Dia pun dipanggil ke Istana dengan mengenakan kemeja putih.

Mahfud blak-blakan menyebut dipinang sebagai calon menteri Jokowi 2019 sampai 2024. Dia diminta Presiden kerja keras menegakkan hukum.

“Kalau dari cerita-cerita saya tadi dengan bapak presiden bisa di bidang hukum, bisa di politik, dan bisa di agama juga. Seperti yang selama ini diisukan. Kan saya banyak disebut katanya Menkum HAM, Jaksa Agung, Menteri Agama, katanya apa lagi. Pokoknya di bidang itu,” ungkap Mahfud. (Detik)