Home Berita Nasional Arief Poyuono Meminta Prabowo-Sandi Juga Menolak Hasil Pileg, Begini Respons Gerindra

Arief Poyuono Meminta Prabowo-Sandi Juga Menolak Hasil Pileg, Begini Respons Gerindra

243
Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria. Foto: Istimewa

Rancah.com – Partai Gerindra menanggapi pernyataan waketumnya, Arief Poyuono, yang meminta agar Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga menolak hasil penghitungan suara Pileg 2019. Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menjelaskan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga fokus pada hasil Pilpres 2019.

“Yang namanya BPN itu untuk pemenangan pilpres, bukan pileg. Jadi jangan gagal paham,” kata Riza Patria kepada wartawan, Kamis (16/5/2019).

Ia mengatakan urusan pilpres dan pileg tak bisa disamakan. Riza menegaskan BPN Prabowo-Sandi berkonsentrasi pada dugaan kecurangan dalam penghitungan suara Pilpres 2019.

Baca :   Keras Dan Bersikukuh Dihadapan Media Asing, Prabowo : Kali Ini Saya Tak Akan Terima

“Kalau kita paham, yang dibahas adalah pilpres. Meski pilpres dan pileg serentak, tapi beda kasus per kasus. Kecurangannya beda. Jadi kami permasalahkan pilpres yang curang,” ujar juru debat BPN Prabowo-Sandi tersebut.

Sementara itu, terhadap penghitungan suara pileg, Riza menegaskan Gerindra turut memantau di KPU kabupaten/kota hingga pusat. Anggota DPR yang diprediksi kembali lolos ke Senayan itu mengatakan Gerindra juga akan melaporkan dugaan kecurangan jika ada.

“Kami terus mengikuti proses penghitungan dan rekapitulasi dari TPS hingga pusat. Tiap hari kita hadir di rekapitulasi kota/kabupaten, provinsi, hingga pusat hadir terus. Kalau ada koreksi ya kita sampaikan, kalau ada kecurangan ya dilaporkan. Kami partai yang taat hukum,” tegas Riza.

Baca :   Amien Rais Peringatkan Wiranto "Hati-hati Anda"

Sebelumnya, Waketum Gerindra Arief Poyuono meminta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk menolak hasil Pemilu 2019 yang sepaket dengan Pileg. Menurut Poyuono, kecurangan terjadi bukan hanya di Pilpres saja, tapi juga di Pileg.

Ia mengklaim, kecurangan itu yang membuat partai-partai baru gagal masuk DPR karena hasilnya di bawah 4% sesuai syarat parliamentary threshold atau ambang batas parlemen. “Ya kita tolak dong kan kita udah tolak hasil Pilpres 2019, ya harus tolak Pileg juga dong,” kata Arief Poyuono kepada detikcom, Kamis (16/5).

Soal Gerindra yang menjadi 3 besar pemenang Pileg 2019, ia menyebut tak perlu ada perwakilan partainya di parlemen. Bukan hanya Gerindra, kata Poyuono, caleg dari partai-partai koalisi dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga tak perlu ada di DPR,

Baca :   Pertama Kali Naik MRT di Jakarta, Ini Kata Ahok

“Nggak perlu ada di parlemen dong. Bukan hanya caleg Gerindra ya, tapi caleg koalisi BPN,” tegasnya.

Sumber: Detik.com



Loading...
Komentar Anda