Jelang Hari Raya Idul Adha, Pemprov Jabar Batasi Jam Operasional Pasar Hewan

sumber CNN Indonesia

Rancah.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat mengungkapkan sejumlah protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19) di pasar hewan. Salah satunya waktu operasional yang dibatasi tidak boleh sampai malam hari.

Melansir dari laman CNN, Jabar Daud Achmad selaku Sekretaris Gugus Tugas mengatakan, setiap pasar hewan yang resmi harus mengantongi izin berjualan dari pemerintah setempat.

“Kalau ada pasar hewan harus ada izin dari pemda kota/kabupaten” ujar Daud.

Selain itu, ia menjelaskan terkait tata letak dan mekanisme protokol kesehatan pasar hewan yang akan berjualan hewan kurban juga harus diatur tempatnya. Daud menyarankan bahwa tempat yang digunakan harus cukup luas semisal lapangan.

“Antara pembeli dengan pedagang dimungkinkan untuk jaga jarak, serta memakai masker. Di lokasi penjualan hewan harus dibedakan pintu masuk dan keluar. Yang mau masuk ukur suhu dan disediakan cuci tangan. Yang sakit dilarang masuk,” ujarnya.

Pemprov Jabar sendiri saat ini telah mengeluarkan protokol kesehatan Idul Adha di tengah wabah Covid-19. Protokol mengatur tata laksana bagi masyarakat mulai dari pencarian hewan kurban, salat Id, penyembelihan, hingga pendistribusian daging kurban.

Protokol Idul Adha dituangkan dalam dua beleid yang ditandatangani Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Senin (13/7) lalu. Beleid pertama, Keputusan Gubernur Nomor 443/Kep.376 -Hukham/2020 tentang Protokol Pemeriksaan Penjualan dan Penyembelihan Hewan Kurban serta Distribusi Hewan Kurban selama Pandemi Covid-19.

Beleid kedua, Surat Edaran Nomor 451/110/Hukham tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Covid-19. SE ditujukan kepada bupati/wali kota, MUI, kantor departemen agama, pimpinan ormas Islam, para ketua DMI – Baznas, dan pimpinan pondok pesantren se- Jabar.

Protokol pelaksanaan kurban dilakukan dengan prinsip wajib memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, serta menjaga jarak. Masyarakat dianjurkan memesan hewan kurban secara online atau menghindari pergi ke pasar hewan apalagi sampai membawa anak kecil dan lansia.

Selain itu juga, lokasi pemotongan hewan kurban nantinya dapat dilakukan di lapangan atau masjid tetapi harus dilengkapi penutup agar tidak menarik perhatian dan menimbulkan kerumunan. Alat-alat potong juga yang digunakan nantinya diwajibkan dibersihkan menggunakan bahan cairan disinfeksi dan panitia kurban harus menyediakan air mengalir.

Sementara kewajiban bagi seluruh petugas penyembelih hewan adalah selain sehat juga harus mengenakan baju lengan panjang, pakai masker, face shield dan sarung tangan.

Semua protokol ini tentunya akan diawasi langsung oleh pemkab/pemkot mulai dari pemeriksaan hewan kurban, aktivitas pasar hewan, salat id, penyembelihan, sampai distribusi daging.

 

0