Kasus Dimas Rembang iral, DPR Usulkan Subsidi HP untuk Orangtua Siswa

Foto : Dimas yang belajar sendirian di dalam kelas (detik.com)

Rancah.com – Kisah Dimas Ibnu Alias, siswa kelas VII SMPN 1 Rembang Jawa Tengah ini viral di media sosial lantaran Dimas harus tetap belajar di ruang kelas seorang diri menggunakan masker dan faceshield sebagai alat pelindung diri.

Dimas terpaksa harus pergi ke sekolah saat pandemi karena orang tuanya yang bekerja sebagai buruh dan nelayan tak mampu membeli ponsel pintar dan kuota untuk anaknya.

Menanggapi berita tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyarankan pemerintah menyediakan subsidi untuk pembelian ponsel pintar atau smartphone. Subsidi tersebut ditujukan bagi para orang tua yang anaknya harus belajar di rumah karena pandemi Covid-19.

Melansir dari laman CNN, Dasco sendiri mengaku miris mendengar kisah Dimas yang terpaksa harus belajar sendirian di sekolah saat teman-temannya belajar dari rumah selama masa pandemi karena keterbatasan biaya orang tua Dimas tak mampu membeli smartphone untuk belajar di rumah.

“Khusus untuk orang tua yang tidak mampu, pemerintah bisa mensubsidi dari dana pendidikan. Misalnya harga smartphone Rp1 juta, pemerintah subsidi 50 persen, sedangkan 50 persen dicicil orang tua selama 1-2 tahun melalui program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional),” kata Dasco.

Ia juga meminta pemerintah untuk memperhatikan beban biaya kuota internet yang harus ditanggung oleh para orang tua siswa. Karena ia berpikir tak semua orang tua di Indonesia punya uang untuk membeli kuota untuk mengakses internet.

Politikus Partai Gerindra itu tak menyarankan pemerintah memberi uang tunai untuk pembelian paket data. Ia juga tak menyarankan pemerintah membelikan paket data untuk para siswa.

Dasco mengusulkan pemerintah membuat jaringan internet khusus untuk belajar di rumah. Jaringan ini hanya diperuntukkan untuk mengakses pembelajaran sehingga anak-anak dapat belajar sebagaimana mestinya.

“Harus dibuatkan jaringan internet khusus, setiap murid diberikan ID untuk bisa masuk pada aplikasi belajar online. Orang tua tidak harus membeli kuota, tapi proses belajar mengajar anak-anak bisa terlaksana,” ucapnya.

Semoga dengan adanya usulan ini, pemerintah dapat mempertimbangkan usulan ini.

 

0