Jelang Hari Raya Idul Adha, Harga Cabai Naik Jadi Rp 39.650 per Kg

sumber CNN Indonesia

Rancah.com – Mendekati Hari Raya Idul Adha 1441 H yang jatuh pada tanggal 31 Juli 2020, sejumlah harga pangan di pasaran merangkak naik sepekan belakangan. Para waraga terutama para ibu dan sejumlah pedagang makanan mulai kebingungan.

Pasalnya lonjakan terbesar terjadi pada harga cabai merah keriting yang naik cukup signifikan yaitu sebesar 30,35 persen dalam sepekan terakhir.

Melansir dari laman CNN Indonesia, Rata-rata harga cabai merah keriting di pasar tradisional tercatat Rp39.650 per Kilogram (Kg) pada Senin (27/07/20).

Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada pukul 10.30 WIB, harga tertinggi cabai merah keriting terjadi di Kota Jayapura, Papua yaitu sebesar Rp96.250. Sementara, harga terendah tercatat di Kota Malang Provinsi Jawa Timur sebesar Rp17.500 per Kg.

Selain cabai merah keriting, lonjakan juga terjadi pada harga cabai merah besar. Kenaikannya mencapai  8,82 persen dengan akumulasi harga menjadi Rp35.150 per Kg. Harga tertinggi Rp88.750 per Kg tercatat di Kota Jayapura, Papua.

Harga terendah Rp14.500 per Kg di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Sementara, harga cabai rawit hijau naik sebesar 8,51 persen menjadi Rp35.050 per Kg dalam sepekan.

Harga cabai rawit hijau tertinggi terdapat di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, sebesar Rp80.000 per Kg. Harga terendah tercatat di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat sebesar Rp10.000 per Kg.

Tak hanya cabai, harga komoditas telur ayam ras segar juga ikut melonjak beberapa hari terakhir. Rata-rata harga telur ayam ras segar naik 4,54 persen dengan akumulasi harga Rp27.650 per Kg.

Selain itu, harga minyak goreng curah pun naik tipis 3,33 persen menjadi Rp12.400 per Kg.

Pekan ini, sebagian harga komoditas turun tipis. Harga beras kualitas medium II turun 6,01 persen menjadi Rp10.950 dan harga bawang putih ukuran sedang turun 3,71 persen menjadi Rp22.050.

Semoga lonjakan harga kebutuhan barang pokok kebutuhan rumah tangga dapat normal seperti sedia kala. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang ini, banyak orang yang juga mengeluhkan pengeluaran dalam perekonomian rumah tangganya.

 

 

 

0