Kabar Bahagia, Pemerintah Kaji Buka Sekolah di Luar Zona Hijau

 sumber CNN Indonesia

Rancah.com – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim tengah mengkaji pelaksanaan pembelajaran tatap muka di wilayah yang tidak termasuk zona hijau virus corona.

“Untuk pembelajaran jarak jauh, mendikbud telah memikirkan langkah-langkah dan tidak lama lagi akan menentukan langkah, selain zona hijau akan diberi kesempatan melakukan tatap muka secara terbatas,” ujar Doni setelah mengadakan rapat terbatas melalui siaran di akun Youtube Sekretariat Kabinet, Senin (27/07/20).

Melansir dari laman CNN, Nadiem telah mengizinkan kegiatan belajar tatap muka di wilayah yang termasuk zona hijau. Saat itu tercatat hanya 6 persen dari total peserta didik yang berada di zona hijau covid-19.

Gugus Tugas Covid-19 sebelum dibubarkan juga telah mengkaji kemungkinan membuka sekolah di wilayah yang termasuk zona kuning atau risiko rendah covid-19.

“Gugus tugas sebelumnya hanya rekomendasi zona hijau, saat ini dibahas agar zona kuning diizinkan,” katanya pertengahan Juli lalu.

Doni lantas menyinggung soal keberadaan sekolah yang ada di wilayah Sumbawa, NTB yang memanfaatkan handy talkie (HT) lantaran tak memiliki akses internet. Kepala BNPB mengapresiasi kreativitas peserta didik yang memanfaatkan alat tersebut.

“Kita beri apresiasi karena tidak ada rotan, akar pun jadi. Tentu kita beri apresiasi pada semua pihak yang telah melakukan berbagai langkah dan upaya sehingga kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan dengan segala upaya,” ucap Doni.

Seperti kita ketahui, tahun ajaran baru 2020/2021 telah dimulai pada Senin (13/07/20). Tidak seperti tahun ajaran sebelumnya, pembelajaran di tahun ini dilakukan dengan metode yang berbeda-beda.

Sejumlah daerah di zona hijau, seperti Sukabumi, mulai menerapkan pembelajaran tatap muka. Namun Kemendikbud menginstruksikan siswa tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan. Sedangkan daerah di luar zona hijau masih melakukan pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (via internet) atau luar jaringan.

Sementara itu Wiku Adisasmito selaku juru bicara satgas penanganan Covid-19 menyatakan harus dilakukan prakondisi terlebih dulu sebelum membuka sekolah di zona kuning. Jika dari kajian prakondisi dan simulasi menunjukkan hasil yang memungkinkan untuk melakukan kegiatan tatap muka, maka satgas akan mempertimbangkan untuk membuka.

“Apabila kondisi memungkinkan bisa buka sekolah tanpa menambah kasus, maka akan kami pertimbangkan untuk dibuka,” ucapnya.

 

0