MUI Imbau Masyarakat Tak Mudik Saat Lebaran Iduladha

ilustrasi : Mudik lebaran (dok. CNN)

Rancah.com –  Perayaan lebaran Iduladha tahun ini dimanfaatkan sejumlah masyarakat untuk pulang ke kampung halaman atau istilahnya mudik. Banyak masyarakat beranggapan karena pada saat lebaran Idul Fitri masyarakat tidak diperbolehkan mengunjungi kampung halamannya, maka di momen inilah masyarakat memanfaatkan libur lebaran ini.

Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zaitun Rasmin mengimbau agar masyarakat tanah air untuk tidak melakukan kegiatan mudik liburan saat  Iduladha. Ia menilai kondisi penularan virus corona masih sangat membahayakan dan bisa saja meningkat.

Melansir dari laman CNN, Zaitun menilai kegiatan mudik ke luar kota memiliki potensi penularan penyebaran virus corona. Ia lantas meminta agar masyarakat mengurungkan niatnya untuk mudik saat perayaan lebaran Iduladha.

Ia bahkan menyarankan masyarakat menggunakan sarana silaturahmi secara virtual dengan sanak saudara di kampung halaman. Sebab, saat ini masyarakat sudah dimudahkan dengan pelbagai kecanggihan teknologi.

“Betul, sebaiknya silaturahmi virtual,” kata Zaitun.

Diketahui, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sudah mengimbau agar masyarakat mengurungkan niatnya untuk melaksanakan mudik pada momentum hari raya Iduladha.

Wiku Adisasmito selaku Juru bicara Satgas Covid-19 menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir ada lima provinsi dengan tambahan kasus pasien positif yang cukup tinggi. Provinsi yang dimaksud adalah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Kelima provinsi tersebut juga masih memiliki zona merah  dan menjadi wilayah yang terus dipantau oleh Satgas Covid-19.

Meskipun ada informasi demikian, masih  banyak  masyarakat yang tetap melakukan mudik ke kampung halaman. Hal ini dikarenakan tidak adanya larangan mudik dari pemerintah secara paten seperti yang terjadi pada hari raya Idul Fitri bulan Juni lalu.

Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Kombes Pol Rudi Antariksawan juga  memastikan tidak ada penyekatan ataupun penutupan jalan selama arus mudik pada libur hari raya Iduladha tahun ini.

Rudi menyatakan gelombang mudik Iduladha diprediksi terjadi pada hari Kamis (30/07/20) atau hari H-1 Iduladha. Sementara arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 2 Agustus 2020.

 

0