Penumpang KA di Pasar Senen Akui Khawatir Penularan Corona Saat Mudik Iduladha

Rancah.com – Sudah banyak masyarakat yang kembali ke Jakarta usai melakukan mudik saat libur Idul Adha 2020. Penumpang kereta api pun mengungkap kekhawatiran akan tertular dan menularkan virus Corona saat mudik ke kampung halaman.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan detikcom di Stasiun Pasar Senen pada Minggu (02/08/20) petang, KA Serayu relasi Purwokerto-Stasiun Pasar Senen tiba. Ratusan penumpang kereta api pun turun dengan tertib.

Penumpang yang turun dari kereta api banyak yang memakai masker dan face shield sambil membawa barang yang dengan tas besar maupun karung. Masyarakat yang pulang mudik ini ada yang sendiri, bersama teman, atau dengan keluarganya.

Seorang warga yang pulang mudik, Atiman mengatakan dia pulang ke Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), pada Jumat (31/07/20) kemarin. Ia mengaku sempat khawatir menularkan virus Corona saat pulang ke kampung halamannya.

“Ada sebenarnya (khawatir), karena belum bebas pandemi. Saya kan di daerah sono (Tasikmalaya) sudah bebas ya, sudah zona hijau. Saya takutnya nularin (COVID-19) karena kan kita nggak tahu, ya,” kata Atiman.

Warga lainnya, Rosid mengatakan dirinya pulang ke Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng), pada Kamis (30/07/20). Berbeda dengan Atiman, Rosid mengaku khawatir tertular virus Corona saat pulang kampung.

Meski demikian, dia mengatakan protokol kesehatan di dalam kereta api sudah dijalankan dengan baik. Seperti pemberian face shield yang diberikan PT kereta api kepada para penumpang.

“Kalau tertular (COVID-19) tentu iya. Kalau menular karena pada awalnya saya tidak pernah terkena itu, saya pikirenggak (akan menularkan virus Corona). Khawatir tertular aja,” ujar Rosid.

Rosid pun mengatakan warga di kampungnya tidak khawatir soal virus Corona. Mereka, lebih khawatir tidak punya uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Hari ini orang-orang kampung tidak begitu respect, ketakutan seperti pada waktu Idul Fitri. Karena mereka di masa 2-3 bulan berikutnya, mereka seakan-akan lebih mengkhawatirkan perut lapar dibandingkan Corona,” jelasnya.

Sedangkan penumpang kereta lainnya, Edi Rantoko  menambahkan semua orang bisa menularkan dan tertular COVID-19. Menurutnya, masyarakat harus saling menjaga agar virus Corona tidak semakin menyebar.

“Sebenarnya khawatir tapi nggak terlalu buat nanti stres kita. Seperti biasa saja, gitu saja,” ujar Edi.

Sebelumnya, pemerintah sendiri telah mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik atau pulang ke kamung halaman. Hal ini dikarenakan penyebaran virus corona menular dengan cepat. Aplaagi beberapa hari terakhir kasus virus corona tembus 100 ribu.

Mari sama-sam kita berdoa, semoga pandemi ini lekas berakhir dan kehidupan dapat kembali normal. Aamiin.

0