Gegara Sering Ngompol, Balita Ini Tewas Usai Dihajar Pria Teman Ibunya

Ilustrasi Foto : detik.com

 

Seorang balita berinisial AF (4,5), ditemukan meninggal secara tidak wajar di daerah Sendangagung, Minggir, Sleman. Balita itu, diduga tewas usai dianiaya oleh laki-laki berinisial JR (26) yang merupakan teman dekat ibu kandung korban.

 

Adanya kejadian tersebut, turut dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah. Kini, pelaku JR sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di tahanan Mapolres Sleman.

 

“Kalau terkait penanganan perkara balita yang diduga meninggal akibat tindak kekerasan pada saat ini sudah kami lakukan proses penyelidikan dan penyidikan. Kami sudah menahan salah satu tersangka (JR), yang notabene teman dekat ibu korban,” kata Deni, seperti dikutip dari laman detik.com, Rabu (12/8/2020).

 

Diketahui, balita itu meninggal dunia pada Sabtu (8/8/2020). Lantaran hasil visum dan autopsi terhadap jenazah korban masih belum keluar, membuat polisi belum berani menyimpulkan penyebab kematian balita itu. Namun, menurut keterangan tersangka yang dikorek oleh petugas, bentuk penganiayaan yang dominan dilakukan tersangka yakni dengan tangan kosong.

 

“Keterangan tersangka dominan dengan tangan kosong kadang ada yg dipukul, cubit, jewer dan lain sebagainya,” ungkapnya.

 

Mengenai motif tersangka, Deni masih terus melakukan pendalaman. Akan tetapi, menurut informasi awal pelaku diduga menganiaya korban karena jengkel.

 

“Motif pelaku belum kami dalami yang jelas dari keterangan pelaku, dia jengkel dengan korban karena korban masih balita kadang suka ngompol kadang buang air sembarangan menyebabkan pelaku merasa marah kemudian melampiaskan jengkelnya ke korban,” terangnya.

 

Terkait soal tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh JR, Ibu kandung korban pun tidak mengetahui. Pasalnya, penganiayaan itu dilakukan saat ibu kandung korban tidak di rumah. Bahkan untuk menutupi bekas luka terhadap korban, tersangka memakaian pakaian dengan lengan panjang dan celana panjang.

 

“(Penganiayaan) dilakukan di luar pengawasan ibu kandung. Menutupi bekas, si anak digunakan baju lengan panjang celana panjang sehingga tidak kelihatan secara kasat mata,” bebernya.

 

Kasus ini. sampai sekarang masih didalami oleh pihak kepolisian. Atas perbuatan yang dilakukan tersangka, polisi menjerat dengan UU Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

 

“Kami jerat dengan Pasal 80 ayat 3 UU 35/2014 perlindungan anak Jo 351 KUHP ayat 3 ancaman penjara 15 tahun,” tutupnya.