Pemerintah Berencana Akan Evaluasi Program Kartu Prakerja Lagi

prakerja

Rancah.com – Program kartu prakerja yang dibuka kembali oleh pemerintah direncanakan akan diakukan evaluasi. Evaluasi ini akan mencakup dari sisi penerima manfaat salah satu program andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Mengutip laman CNN Indonesia, Erick Thohir selaku Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengatakan kartu prakerja ini akan diutamakan diberikan kepada mereka yang sudah tidak bekerja.

“Kemudian (Kartu) Prakerja, kami ada rapat untuk meninjau kembali Prakerja ini, diutamakan kepada yang sudah tidak kerja,” ujar Erick Thohir, Rabu (12/8).

Sebelumnya, Manajemen Pelaksana Program (PMO) Kartu Prakerja mengatakan pemerintah akan memprioritaskan peserta yang merupakan usulan dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai dari gelombang IV.

Mereka yang masuk dalam usulan itu adalah para korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga karyawan yang dirumahkan akibat pandemi corona (Covid-19).

Kemnaker sendiri telah mengantongi data valid sesuai kategori tersebut sebanyak 2,1 juta orang. Namun, Erick menuturkan jumlahnya lebih dari data yang terkumpul.

“Data terakhir 3,2 juta, ini yang kami akan perbaiki datanya,” ucapnya.

Perlu diketahui, program Kartu Prakerja sendiri telah memasuki gelombang IV setelah sempat terhenti beberapa waktu karena evaluasi pemerintah. Kuota gelombang IV pun saat ini ditambah menjadi 800 ribu orang dari sebelumnya di kisaran 200 ribu hingga 300 ribu peserta pada gelombang I hingga III.

Dari jumlah kuota tersebut, Rudy Salahudin  seaku Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja mengatakan sekitar 80 persen dari kuota yang ditetapkan diberikan kepada korban PHK usulan Kemnaker. Itu berarti, prioritas peserta yang merupakan pekerja korban PHK dan dirumahkan sebanyak 640 ribu orang setiap gelombangnya.

“Jadi 80 persen dari jumlah kuota itu setiap minggunya lebih kami prioritaskan kepada mereka yang terdampak,” ujarnya belum lama ini.

Peserta Kartu Prakerja sendiri akan mendapatkan total manfaat senilai Rp3,5 juta yang terdiri dari, biaya pelatihan sebesar Rp1 juta per peserta. Lalu, dana insentif sebesar Rp600 ribu per bulan selama empat bulan dan insentif survei sebesar Rp50 ribu per bulan selama tiga bulan.

0