Home Berita Politik Mahfud MD Merasa Lucu Soroti Pernyataan Haikal Hassan Soal Ijtima Ulama 3

Mahfud MD Merasa Lucu Soroti Pernyataan Haikal Hassan Soal Ijtima Ulama 3

6
Mahfud MD

Rancah.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memberikan tanggapan soal Ijtima Ulama 3.

Hal ini disampaikan Mahfud MD melalui tayangan Rosi, Kamis (2/5/2019) malam.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Mahfud mulanya ditanya oleh pembawa acara Rosi soal Ijtima Ulama 3.

“Pak Mahfud mungkin sudah dengar soal Ijtima Ulama ketiga, apa tanggapan Pak Mahfud?,” tanya Rosi.

Mahfud MD lalu menjawab bahwa dirinya tidak mengikuti soal Ijtima Ulama.

Namun, ia hanya menyoroti soal ajakan juru bicara Badan Nasional Pemenangan (BPN) paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Haikal Hassan.

“Saya tidak mengikuti karena saya di jalan terus, beritanya yang agak genit-genit sih saya ikuti artinya enggak tupok (tugas pokok-red),” ujar Mahfud MD.

“Misalnya mau mendatangi, enggak tahu itu keputusan atau hanya pernyataan salah seorang gitu, mau mendatangi Ma’ruf Amin sebagai ulama besar untuk menanyakan apakah Anda bersedia menjadi wakil presiden dari hasil pemilu yang curang, itu saja yang saya baca, yang lain-lain saya enggak tahu, bagaimana Rosi?,” tutur Mahfud.

Baca :   Politisi PSI Raja Juli Antoni: Kampanye Prabowo tidak Lazim

Menanggapi hal itu, Rosi lalu menerangkan soal Ijtima Ulama 3 yang menyatakan akan mengawal suara dari Prabowo-Sandi agar tidak terjadi kecurangan.

“Salah satunya termasuk kecurangan yang masih akan diverifikasi, Pak Mahfud termasuk orang yang selalu berdiri paling depan untuk menjaga marwah KPU.”

“Pak Yusuf Martak menganggap ini bukan soal menunggu tanggal 22 Mei tapi soal kecurangan bisa dicari penyelesainnya, menurut Anda?,” tanya Rosi .

Mahfud menjawab bahwa hal itu sepenuhnya ada di ranah Badan Pengawas Pemilu (KPU) serta tim dari BPN.

“Kalau menurut UU kan ada Bawaslu yang bisa didatangi untuk melakukan koreksi terhadap jalannya perhitungan, oleh sebab itu memang yang terjadi bukan hubungan dengan Ijtima Ulama ketiga dengan KPU tetapi Ijtima Ulama dengan Bawaslu melalui BPN, memang jalurnya begitu,” ujar Mahfud.

“Tinggal apakah Bawaslu nanti mau melakukan sesuatu untuk koreksi di tengah jalan atau itu satu paket ketika terjadi sengketa hasil pemilu, itu terserah Bawaslu.”

Mahfud lalu menerangkan bahwa aturan itu bisa dilakukan setelah pengumuman resmi dari KPU.

Baca :   Ditagih Janji Potong Leher oleh Partai Gerindra, La Nyalla Respon Begini

“Karena di dalam UU itu disebutkan Bawaslu itu mengawasi jalannya perhitungan, dari sekian banyak tugas, wewenang, mengawasi jalannya penghitungan suara,” tuturnya.

“Tetapi di situ tidak disebutkan apakah boleh menghentikan penghitungan yang sedang berjalan, atau kan kesalahan-kesalahan itu dipertimbangkan di dalam rapat pleno dengan semua pihak, dengan semua paslon pada tanggal 22 Mei itu.

Lihat videonya 57.06:

Diketahui sebelumnya, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Haikal Hassan mengajak para ulama untuk datang ke rumah calon wakil presiden (cawapres) 01 Ma’ruf Amin.

Pernyataan itu juga turut diunggah oleh channel YouTube Macan Idealis, Selasa (1/5/2019).

Ajakan tersebut diketahui terjadi saat acara jamuan makan di Ijtima Ulama 3 yang berlangsung di Hotel Lor In Sentul, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (1/5/2019).

Sebagai informasi, Ijtima Ilama itu juga dihadiri oleh calon presiden (capres) 02 Prabowo Subianto, namun nama cawapres Ma’ruf Amin juga terdengar dalam acara tersebut.

Para hadirin yang datang, diajak untuk menyambangi Ma’ruf Amin yang juga merupakan ulama sekaligus calon wakil presiden nomor urut 01.

Baca :   Viral Video Sejumlah Purnawirawan Hormat ke Prabowo dengan Sebutan Presiden

Di antara para hadirin yang sedang menyantap makan, Haikal Hassan menyampaikan ajakan tersebut.

Bahkan, ia mendatangi satu persatu gerombolan meja makan tersebut.

“Para ustaz, para kiai kita akan mengetuk hati Kiai Ma’ruf, Kiai Ma’ruf adalah wakil presiden,” ujar Haikal Hassan.

Perkataan Haikal Hassan itu lalu disanggah para hadirin karena salah sebut jabatan Ma’ruf Amin.

“Calon wakil presiden,” jawab beberapa hadirin.

“Calon wakil presiden dari paslon 01 yang telah kita lihat secara sah dan meyakinkan banyak terjadi kecurangan,” ujar Haikal membetulkan pernyataanya.

“Wallahu A’lam apakah disengaja atau tidak disengaja tapi terbukti telah terstruktur dan masif,” tambahnya.

Lalu, Haikal berinisiatif untuk mendaftar orang yang ingin datang ke kediaman Ma’ruf Amin.

“Mari buat daftar untuk datang ke sowan ke rumah Kiai Ma’ruf, Insya Allah dipelopori oleh teman-teman kita semua yang ada di sini.”

“Siapa yang ikut? Siapa yang ikut? Ke ane ke ane,” ujar pendakwah ini.


Loading...
Komentar Anda