Cerpen Penantian

Rancah.com – Aku diterima di SMA favorit di kotaku, Bandung. Aku sangat bersyukur karena ternyata orang yang aku sukai sejak masa SMP ternyata satu sekolah denganku. Namaku Viola Carolin. Nama yang indah namun tal seindah parasku. Aku hanya gadis biasa yang dekil,rajin,dan pintar. Sejak masa SMP aku menyukai Ajun Alvairo,cowok tampan, kaya, ramah, pemain basket, dan pokoknya multi talent.

Hari pertama SMA, ternyata aku sekelas dengan Ajun. Kelas 10 MIPA 2. Aku duduk dengan Clara,dia berbeda SMP dengaku. Bagimana tidak? Dari SMP ku hanya aku dan Ajun yang bisa masuk SMA favorit itu. Jarak tempat duduk ku dengan Ajun tidak terlalu jauh, hanya terpisah meja. Tepat dibelakangku dan Clara Ajun duduk. Rasanya jantungku ingin meledak.

Bel tanda masuk telah berbunyi. Hari ini pelajaran kimia. Hari pertama kita sudah langsung mulai pelajaran karena SMA ini favorit. Suara Bu Wahyu menggema menjelaskan tentang materi memenuhi kelas. Kami disuruh membuat kelompok yang terdiri dari 4 orang untuk praktik besok. Tiba tiba Ajun memangil namaku.

“Viola, gimana kalo kita sekelompok? “tanya ajun dengan senyum mautnya.

“mmm… Gimana Clar? “aku mengalihkan pandangan ke Clara.

“boleh juga, sekalian sama Bima” jawab Clara.

“oke deh,nanti pulang sekolah jangan langsung pulang ya kita bahas dulu “Saran Ajun.

Semua pun mengangguk setuju.

Bel pulang telah berbunyi dan kami pun tidak langsung pulang karena membahas praktik kimia besok. Kami pun membahas praktikum sambil beberapa kali bergurau. Hari mulai sore kami pun berkemas untuk pulang. Clara pulang dengan sopir jemputannya, Bima naik motor, dan Aku menanti angkot untuk pulang.

Tiba-tiba Ajun muncul mengejutkanku, ia menawari tebengan untukku.

” Vio, aku anter pulang aja yuk, udah sore lo. Udah gaada angkot pasti”. Ucap Ajun.

” Makasih Ajun, tapi aku gamau repotin kamu”. Jawabku

” Yakin nih? “.jawab Ajun

Setelah berpikir, Viola pun akhirnya menerima tawaran Ajun.

“Oke deh, tapi suatu saat aku akan balas kebaikanmu”.jawabku sambil memakai helm.

Rasanya jantungku berdebar sepanjang perjalanan menuju rumah. Di sepanjang jalan kami sesekali tertawa mengingat masa SMP.

Pukul 06.00 WIB suara alarm membangunkanku dan aku pun segera bersiap mandi dan seperti biasa sudah ada sarapan di meja masakan Ibuku. Ayah pun menyuruhku segera menghabiskan sarapan dan segera berangkat. Biasanya aku selalu diantar ayah naik motor tua miliknya. Tapi pagi ini berbeda, sudah ada sepeda motor diluar gerbang rumahku. Aku pun melihatnya dan kaget ternyata itu Ajun. Apa ini mimpi? Ajun jemput aku ? Plis deh vio lo jangan gr mungkin dia cuman kebetulan lewat terus mau minjem buku atau apa gitu.

“Pagi vio” sapa Ajun.

” Ngapain kesini Ajun”jawabku dengan muka bersemu.

” Ayo berangkat bareng, udah mau telat nih, ” pinta Ajun.

Perasaanku tak karuan, aku langsung pamit dengan ayah ibuku dan bergegas naik motor Ajun.

Sesampai di sekolah banyak cewek ternganga tak percaya. Bagaimana tidak? Ajun anak yang tampan, keren, dan digemari para cewek. Sedangkan aku gadis biasa yang tidak ada keistimewaan.

Praktik kimia hari ini berjalan lancar. Sepulang sekolah,Ajun mengajakku pulang bareng. Di perjalanan menuju rumahku Ajun mengajakku nonton nanti malam.

“Vio, nanti malem lo ada waktu gak? “tanya ajun.

“Emang kenapa? “jawabku.

“Aku mau ajak kamu nonton nanti malem” jawab Ajun

“mm…boleh juga lagian besok kan libur”.jawabku dengan rasa tak karuan.

Aku pun menceritakannya pada Clara dan ia bersedia membantu memilih baju dan make up. Kemampuan dan selera clara sudah tidak diragukan lagi. Aku yang tadinya hanya biasa saja sekarang menjadi gadis cantik dengan gaya pakaian santai. Setelah mrmbantuku Clara pun pamit pulang. Tak lama setelah kepulangan Clara, Ajun datang. Aku segera pamit ke orangtuaku untuk pergi nonton sama Ajun.

Setelah menonton sampai selesai, Ajun ngajak makan. Aku tidak menyangka kalau hari itu juga Ajun bakal ngungkapin perasaan nya.

“Vio, sebenarnya gue udah ada rasa sama lo sejak SMP lo”. Ucap Ajun sambil memegang kedua tanganku.

” kamu bercanda ya Jun”. Jawabku.

” Gue beneran Vio, Gue mau cari waktu yang tepat buat ngungkapin dan kayaknya sekarang waktu yang tepat “. Ucap Ajun

” Gimana lo mau gak jadi pacar gue? ” Tanya Ajun

Aku pun tak bisa menjawabnya dengan kata-kata dan hanya mengangguk saking senangnya.

Hari semakin malam dan Ajun mengantarkanku pulang. Aku pun masih tak percaya kalau sekarang Aku dan Ajun pacaran. Tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi besok di sekolah. Akhirnya aku tertidur pulas setelah menbayangkan kemungkinan yang akan terjadi.

Seperti hari biasanya, Aku bangun dan bersiap sarapan. Pagi ini Ajun menjemputku seerti biasa. Di sekolah pun, teman-teman sudah mengetahui hubunganku dengan Ajun. Hari-hari di masa SMA semakin indah rasanya karena akhirnya Aku bisa mendapatkan pacar yang merupakan orang yang kusukai sejak SMP.