Antara Mencintai dan Dicintai, Pilih Mana?

Cinta selalu saja menjadi buah bibir dalam kehidupan sehari-hari, tak perduli tua atau muda cinta selalu saja mempunyai tempat tersendiri dalam kehidupan kita. Cinta dapat menjadikan kita bahagia dan begitu juga sebaliknya cinta dapat menjadikan kita bersedih, berduka, dan terlihat tidak berdaya. Cinta merupakan suatu anugerah tuhan yang indah, dengan cinta kita akan merasa segala aktivitas kehidupan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, tahu mana prioritas utama, apa yang harus diperjuangkan, serta bagaimana cara untuk memperjuangkannya.

Setiap dari kita memiliki cerita cintanya masing-masing, entah cerita cinta itu menjadikannya lebih baik atau malah menjadikannya lebih buruk? pengalaman cinta setiap orang berbeda antara yang satu dengan yang lain? ada yang berakhir dengan happy ending namun ada pula yang berakhir menjadi sebuah trauma. Ada sebuah pertanyaan yang layak untuk menjadi perbincangan, dan pertanyaan ini setiap orang pasti memiliki jawaban yang berbeda tergantung dari pengalaman cinta dari pribadi masing masing. Pertanyaannya saat seseorang harus memilih antara bersama dengan orang yang dicintainya atau bersama dengan orang yang mencintai ? Nah…. pasti bingungkan? sebab semua pilihan pasti memiliki konsekuensinya masing-masing…

Next…saya ajukan pertanyaan ini ke teman teman terdekat saya, alhasil dari jawaban mereka semuanya beragam dan disertai dengan alasannya masing-masing. Ada yang memilih dicintai, karena baginya dengan dicintai ia merasa dirinya dihargai. Namun ada pula yang memilih mencintai, bagi ia dengan mencintai, ia jadi mengerti artinya bagaimana memperjuangkan apapun yang ia ingini dalam hidupnya.

Bagi penulis pribadi, dicintai ataupun mencintai keduanya sama-sama baik. Karena cinta sebenarnya adalah anugerah yang ALLAH SWT beri di kehidupan manusia. Semua cinta pada dasarnya hadir dalam keadaan baik. Pertanyaannya mengapa masih saja ada orang yang patah hati ketika mencintai atau dicintai ? Nah…Kalo masalah itu tergantung pada personnya masing-masing, tergantung apa niat awalnya dalam menjalin hubungan cinta itu sendiri. Kalau dari awal menjalin hubungan tersebut tidak memiliki itikad baik pasti berakhir dengan tidak baik pula, maka dari itu saat telah memutuskan untuk menjalin hubungan dengan seseorang niatkan untuk membahagiakan pasangan kita, bukan hanya memprioritaskan diri untuk dibahagiakan oleh pasangan.

Saya terikat satu kutipan yang bilang kalau berpasangan niatnya untuk dibahagiakan itu salah, tapi cobalah untuk membahagiakan dirimu dulu. Artinya, bahagiakan diri kita dahulu agar nanti ketika berpasangan kita dapat membahagiakan pasangan kita. Bagaimana mungkin kita dapat membahagiakan pasangan kita tapi dengan diri sendiri pun kita belum merasa bahagia? Coba dipikir deh…..

Dincintai membuat kita dihargai dan mencintai membuat kita tahu artinya berjuang. and… yang paling baik adalah ketika dua orang tersebut saling. Ya….saling mencintai, dengan begitu pasangan tersebut akan berlomba-lomba untuk saling membahagiakan pasangannya masing-masing dan tidak menuntut hanya untuk dibahagiakan.

Terakhir nih….saya teringat lagi satu kutipan dalam ayat alquran “apa yang baik menurut kita belum tentu baik dan apa yang buruk menurut kita belum tentu buruk bagi kita. Intinya terus aja berdoa ya semoga masing-masing dari kita semua dipertemukan dengan jalan dan takdir cinta yang terbaik buat kita, yang bersama-sama mengarungi kehidupan dalam suka dan duka, yang bersama menuju keridhoan ALLAH SWT. Amin ya rob…..