Sangat Mengharukan dan Penuh Perjuangan! Inilah Cerita Anak Kernet Bus yang Berhasil Jadi Dokter Gigi

Rancah.com – Sebagian besar orang pasti memiliki dan pernah merasakan kesulitan dan kesusahan dalam hidupnya. Banyak dari mereka yang menyerah, namun ada juga yang terus berjuang sekuat tenaga untuk merealisasikan cita-cita yang ingin digapainya. Seperti cerita dari Tati Sri Rahmawati, yang merupakan anak seorang kernet bus yang akhirnya bisa mewujudkan impiannya untuk menjadi seorang dokter gigi.

Walaupun hidup dalam keluarga yang penuh dengan keterbatasan dan kesederhanaan, tapi tidak sama sekali mengurangi semangatnya untuk tetap berjuang menggapai cita-cita. Tati Sri Rahmawati atau kerap dipanggil Tati ini lahir dari Ayah yang berprofesi sebagai kernet bus dan ibu yang hanya seorang ibu rumah tangga. Memang dengan kondisi keluarga yang seperti itu akan dirasa sulit untuk bisa mengantarkan Tati menjadi seorang dokter gigi, namun tidak ada yang tidak mungkin diwujudkan jika sungguh berjuang dan berusaha.

Dilansir dari Kompas.com, Pada saat menempuh kuliah di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah mengambil fakultas S1 Pendidikan Dokter Gigi, Tati harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Terlebih lagi kedua orang tua Tati rela menjual tanahnya demi mendukung kuliah Tati. Pengorbanan itulah yang memacu Tati untuk sukses.

“Awalnya orang tua ragu dan khawatir tidak mampu membiayai kuliah saya. Tapi berkat dukungan dari semua pihak, kami percaya Tuhan pasti akan memberikan rezeki dan optimistis bisa menjalani semuanya sampai akhir,” kata Tati yang dikutip dari regional.kompas.com (18/9/20).

Tati Sri Rahmawati, dokter gigi yang baru saja menyelesaikan pendidikan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah. Foto: Kompas.com/Dok. UNSOED

Selain dibantu orang tuanya, Tati juga mencari cara agar bisa memiliki penghasilan untuk membiayai kuliahnya. Diwaktu senggangnya, Tati sempat membuka laundry di kontakan bagi teman-temannya, mengajar les privat untuk siswa SD, jadi asisten di klinik dan membuat pesanan bunga flanel untuk wisuda. Semuanya dilakukan Tati dengan penuh keikhlasan.

Bukan hanya itu, bahkan tati juga pernah jualan makanan ringan seperti basreng (bakso goreng) dan makaroni buatan ibunda. Makanan yang dijualnya ditawarkan kepada teman-temannya di kampus. Dari sini Tati banyak mendapatkan pelajaran yakni untuk mewujudkan suatu impian diperlukan kerja keras. Pada akhirnya apa yang diimpikan dan dicita-citakan oleh Tati menjadi kenyataan dengan diwisuda. Dikutip dari regional.kampus.com (18/9/20), Tati melaksanakan sumpah dokter gigi, pada hari senin (16/9/20) dan sehari kemudian, Tati mengikuti prosesi wisuda ke-134.

Pelajaran berharga yang diambil oleh Tati selama menempuh pendidikan dokter gigi yakni tidak boleh meremehkan jurusan kedokteran yang selama ini dianggapnya tidaklah sulit. Tati sebelumnya beranggapan bahwa pendidikan dokter gigi tidaklah sesulit pendidikan kedokteran umum.

“Dari situ saya belajar bahwa tidak ada satu jurusan pendidikan yang boleh disepelekan,” ucapnya yang dikutip dari edukasi.kompas.com (11/01/20).

Tolong bantu bagikan artikel ini kesemua akun sosial media teman-teman, agar banyak yang terinspirasi untuk menggapai impian dan cita-citanya dalam kondisi apapun. Terimakasih.