Viral! Mantan Buruh Ini Jual Mobil Untuk Beli Masker, Lalu Sumbangkan ke Warga

Virus Corona atau Covid-19 juga kini kian menyebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Tak terkecuali di wilayah Indonesia Timur.

Di tengah kekalutan ini, beruntung masih ada beberapa orang yang rela berkorban. Tampil sebagai pahlawan di masa-masa sulit seperti ini.

Salah satunya, pengusaha asal Parepare, Sulawesi Selatan. Pria yang tinggal di Kota kelahiran Presiden RI ke-3, BJ Habibie ini bahkan rela menjual mobil pribadinya.

Aksinya ini membuat sejumlah orang dibuat kaget. Pasalnya apa yang dilakukannya sangat unik. Yaitu menjual mobil pribadinya untuk membeli masker, lalu dibagikan ke warga secara gratis.

Sebelumnya, banyak orang yang bertanya-tanya. Mengapa pengusaha bernama Rachmat Pan ini nekat banget. Kok tega banget jual mobil pribadinya.

Akhirnya, banyak yang merisik. Tak sedikit yang bilang itu sensasi doang. Malah ada yang bilang, pengusaha Teripang itu cuma mau cari pamor saja. Cari perhatian doang.

Toh, entar kalau mobilnya sudah terjual. Rachmat, bakal lupa tuh janjinya. Apalagi, kalau mau bagi-bagi segala ke orang banyak. Itu mah, biasa terjadi kalau orang kebelet mau cari nama.

Tetapi rupanya, tidak. Pengusaha kelahiran Parepare, 25 Desember 1985 ini, sudah membuktikannya. Dia benar-benar sudah menjual mobilnya, kemarin.

Rachmat Pan

Dilansir tribunnews.com, merek mobil yang dia jual itu adalah Mitsubishi Strada L200, double cabin, keluaran 2006.

Pembelinya seorang Pasutri, namanya Aci dan Andi Bunga. Warga Tanru Tedong, Sidrap. Dia membelinya seharga Rp75 juta. Sangat murah.

Karena kalau dijual normal. Harganya bisa Rp100 juta lebih. Tetapi tak apa, kata Rachmat yang penting ada dulu karena sudah ada orang yang bersungguh-sungguh mau membelinya. Tak gampang jual mobil begitu saja.

Itupun, yang dibayar oleh Pasutri tersebut baru Rp25 juta sebagai tanda jadi. Tak jadi soal, yang penting ada dulu untuk membeli masker, alkohol, hingga sanitize.

“Ini sudah janji saya. Kapan lagi, saya bisa memberikan apa yang saya punya saat ini untuk orang banyak. Apalagi, ini persoalan nyawa,” kata Rachmat dikutip dari fajar.co.id.

Tak mau dibilang kerja setengah-setengah. Rachmat, bahkan turun langsung membagikan APD yang jauh hari dipesan dan kini sudah tiba dirumahnya itu. Hasil dari jual mobilnya itu.

Di APD itu, ada masker Sensi dan masker N95, juga alkohol dua jerigen. Kata Racmat, jumlahnya masih sedikit baru sekitar 125 buah. Barangnya, sementara dipesan lagi. Jumlahnya sama. 125 buah juga.

Khususnya masker, merek Sensi dan N95. Awalnya, dia membagikan sebanyak 50 buah disebar di sekitar Lapangan Andi Makkasau kepada sejumlah warga yang sering mangkal di lingkungan ini.

Ada tukang becak juga polisi serta warga lainnya yang kebetulan berjualan di sekitar lapangan ini. Selebihnya, ada yang dibagi-bagikan pula ketetangganya dan disejumlah tempat di Parepare.

Terkhusus untuk 2 jerigen alkohol, disumbangkan ke RSUD Andi Makkasau Parepare, ditambah 20 buah masker N95. Direktur RSUD Andi Makkasau Parepare, Renny Anggraeny Sari bahkan yang langsung menerimanya, Selasa, 31 Maret.

Bila ditaksir, sejauh ini mungkin sudah 25-30 juta semua yang sudah keluar dari kantong pribadi Racmat. Murni dari uang pribadinya.

Terlepas dari niat mulia ini. Yang sebenarnya sedikit mengganggu bagi penguasa kece ini, ada beberapa segelintir orang yang mencapnya mau cari sensasi doang. Padahal, tidaklah seperti itu. Menurutnya, mereka sebenarnya hanya melihat dipermukaan saja.

Kata Rachmat, sebenarnya yang membuatnya merasa miris, karena ada beberapa orang yang sudah bilangin saya hoaks. Bahkan, mengatainya Tukang PHP (pemberi harapan palsu). Ini gara-gara mobil yang dia jual itu awalnya batal dibeli orang.

Padahal, kata Rachmat, bukan dia yang membatalkan untuk menjual mobilnya. Tetapi, pembelinya itu yang tiba-tiba batal membeli dan terenduslah kabar saya PHP.

#Pernah Jadi Buruh

Dulu sebelum menjadi pengusaha komoditas Teripang dan sukses seperti sekarang ini, Rachmat ini pernah jadi seorang buruh. Kerja serabutan. Malah, pernah jadi seorang krenek mobil dan tukang batu.

Itu dia jalani sekitar setahun lebih. Sekitar 2013 lalu. Tetapi dirantau sana. Di Balikpapan dan di Samarinda, Kalimantan Timur, dilansir dari tribunnews.com.

Khawatir akan menjadi pekerja seperti ini terus, pria yang menduda sebanyak dua kali ini mencoba banting setir. Melamar menjadi seorang sekuriti disebut perusahaan elektronik.

Ya, diterima. Tetapi, menurutnya gajinya tak banyak. Masih belum cukup untuk membiayai hidupnya. Belum akhir bulan sudah habis.

Berniat ingin mandiri, Rachmat kemudian mencoba untuk investasi sendiri. Modalnya, dari keluarga istrinya, Vina Octaviani. Utang Rp30 juta. Gagal. Uang hangus. Merugi. Usahanya tak berkembang.

Tetapi, Rachmat, dia tak menyerah. Dia mencoba bangkit lagi. Alhamdulillah, perlahan keuangan membaik. Bahkan sudah bisa mengangkat beberapa karyawan.

Merasa sudah mulai berkembang dan keuangan stabil. Rachmat kembali hijrah ke Kendari bersama istri dan kedua anaknya pada 2017 lalu.

Di Kendari, tinggal sekitar tiga tahun. Usahanya kian berkembang dan merasa sudah mulai mapan ia akhirnya memutuskan bersama keluarganya pindah ke Parepare pada Desember 2019.

Kini, Rachmat berharap, bisa terus mengembangkan usahanya. Membuka lapangan kerja untuk warga Parepare. Dimana saat ini sudah ada 20 karyawan yang bekerja di CV Indoseafood yang dikelolanya. Komuditas Teripang yang dikelolanya kini bahkan sudah diekspor ke Tiongkok dan Hongkong.