Tamparan Keras Bagi Yang Tidak Menulis …

Foto diambil di Peprustakaan nasional Pekanbaru dalam rangka meningkatkan literasi guru dan siswa SMP IT Mutiara DuriDengan Menulis, Jadilah Sang Inspirasi

Menulis adalah sebuah pekerjaan yang selain bisa dijadikan sebagai hobi, kesenangan, teman dikala sepi, teman curhat, teman berbagi rasa, ternyata juga bisa dijadikan sebagai profesi. Yang menjadi penting dan perlu digaris bawahi ialah malasnya Masyarakat dan Mahasiswa untuk menulis, dengan alasan “ tidak bisa “.

Ketika diminta untuk menulis sepenggal kalimat saja, tidak usah sampai berjilid jilid, cukup dengan satu lembar, mengeluh, diminta untuk membuat cerita saat liburan, jawabnya sulit, dan herannya, mengapa hal yang sangat sederhana saja bisa dianggap sulit bagi Masyarakat dan Mahasiswa padahal yang menjadi bahan tulisan tidak mesti yang berat berat bukan?

Sederhananya ialah, menulis itu adalah bentuk curahan hati, ketika sedih, tulis! Tulis kesedihan yang membuat hatimu hancur, jangan hanya menangis, tidak menghasilkan apa apa selain derai air mata. Sia sia kan? Ketika kesal, tulis! Jangan biarkan kekesalanmu malah menimbulkan masalah baru, karena kamu berbuat kekerasan atas kekesalanmu. Ketika tengah bahagia, tulis! Agar kelak bisa menjadi bahan renungan kamu saat sedang bersedih, jika hidupmu sulit, tertekan, tulis! Agar bisa bahan renungan bagi orang lain, untuk tidak lupa bersyukur.

Seperti yang dikatakan oleh J.K.Rowling: Mulailah dengan menuliskan hal hal yang kau ketahui. Tulislah pengalaman dan perasaanmu sendiri.

Sangat Sederhana sekalikan? Tapi, sesederhana apapun sesuatu, jika terlalu banyak dipikirkan, maka sesuatu itu akan menjadi sangat rumit, seolah olah pekerjaan tersebut tidak bisa dilakukan.

Makanya Action ! Tentu hal yang sangat aneh jika menuliskan pengalaman sendiri, apa yang dilakukan sendiri, apa yang dijalani atau dilakoni sendiri, tidak dapat dituliskan sendiri pula, selain snagat aneh, juga sangat miris tentunya, jika menulis sesuatu yang berkaitan dengan dirinya saja ia tidak bisa, apalagi menulis hal hal yang lain.

Banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dengan menulis, dan hanya orang orang yang benar benar menekuni dan istiqamahlah yang dapat merasakan manfaatnya, Seperti kata pepatah mengatakan, “ dengan membaca kau akan mengenal dunia bebas, dan dengan menulis, maka kau akan dikenal oleh dunia. “

Kalimat ini sederhana namun sarat akan makna. Perbedaan antara dikenal dan mengenal bisa terjadi dengan dua kegiatan yang apabila ditekuni, maka akan menghasilkan hasil yang luar biasa menkajubkan, yaitu menulis dan membaca, karena antara keduanya adalah kegiatan yang berkaitan, semakin banyak yang kita baca maka akan semakin banyak yang bisa menjadi bahan kehidupan, tapi ingat yah, membaca bukan hanya yang tertulis saja, tapi banyak lagi jenis membaca yang lain, seperti membaca situasi, membaca cuaca, membaca hati dan lain sebagainya. Hehe, jadi jangan malas untuk membaca banyak hal.

Uniknya lagi, ternyata kebiasaan dan keharusan untuk terus menulis ini sudah ada sebelum zamannya kita. Ulama ulama terdahulu sudah membiasakan dirinya untuk terus menulis apa yang didapatkannya. Siapa yang tidak kenal dengan Imam Ghazali? Imam Bukhari? Imam Muslim? Dan lain sebagainya, yang wafatnya sudah berabad abad lalu, namun masih terus dikenang oleh sejarah, apakah ananda tahu ini berkat apa? Apalgi kalau bukan berkat tulisan mereka.

So, jangan pernah katakan menulis itu susah, karena yang membuatmu susah adalah pikiranmu. Tulislah berbagai hal, karena dengan menulis berarti kau tengah mengasah kemampuan yang akan terus dapat kau lakukan hingga akhir hayatmu, dan yang paling penting adalah teruslah menulis, karena perjalan perjalan lika likumu, bisa jadi akan menjadi inspirasi bagi banyak orang, bisa memotivasi banyak orang dan yang paling penting adalah kau akan menjadi manusia yang bermanfaat dengan segudang tulisanmu.