Hidup Ini, Sebenarnya Milik Siapa ? Sukses Yang Bagaimana Dan Kita Harus Bagaimana

Rancah.com РPertanyaan yang harus kalian tanyakan kepada diri kalian sendiri setiap hari atau mungkin setiap detiknya. Hidup ini sebenarnya milik siapa ? Jika jawabannya adalah tentu milik kita sendiri, lantas kenapa kita hidup dibawah ekspetasi orang lain ?

Saya banyak menemukan teman saya yang tidak bisa memilih jurusan kuliah sesuai kemauan mereka masing-masing. Mereka terpaksa harus mengikuti kemauan orang tua atau siapapun yang mereka anggap benar. Dan yang parahnya lagi, mereka berusaha untuk meyakinkan diri mereka sendiri bahwa pilihan orang lain lah yang benar. Mereka seakan tutup mata tutup telinga akan mimpi mereka masing-masing.

Kembali lagi ke pertanyaan tadi, hidup ini sebenarnya milik siapa ?

Baca Juga :   Tips dan Trik Menulis Sebuah Cerita yang Menghasilkan Uang

Saya pribadi pernah terjebak dalam kondisi serupa. Saya terjebak dalam arti kata sukses yang sebenarnya dalam versi orang lain. Saya terjebak dalam arti menjadi pria yang sesungguhnya dalam versi orang lain. Sampai saya sadar selama ini ternyata saya hanya mengikuti ekspetasi ekspetasi orang lain. Ekspetasi mereka tentang, pria harus menjadi orang yang seperti apa. Ekspetasi mereka tentang sukses itu apa dan lain sebagainya.

Kenapa tidak saya menciptakan versi saya sendiri ? Versi yang memang saya akui dan saya inginkan dalam diri saya. Versi yang memang mutlak dan relevan bagi diri saya sendiri, bukan orang lain.

Be you, everybody is already taken” adalah pepatah yang sangat menyangkut dalam kepala saya. Kita tidak pernah bisa dan tidak akan pernah bisa menjadi orang lain. Itu adalah sebuah kutukan sekaligus sebuah anugrah bagi kita sendiri. Kita boleh mengagumi seseorang, kita bisa mencontoh seseorang yang menjadi panutan kita. Tapi kita tetap akan menjadi diri kita sendiri. Kita hanya mengambil beberapa hal dari orang yang kita kagumi. Kita tidak menjadi orang lain sepenuhnya, kita tidak pernah akan bisa.

Baca Juga :   Viral! Mantan Buruh Ini Jual Mobil Untuk Beli Masker, Lalu Sumbangkan ke Warga

Masalah yang paling umum terjadi adalah, seorang anak yang berusaha untuk memenuhi ekspetasi orang tuanya. Dan banyak yang menganggap itu adalah hal yang wajar dan menjadi bentuk balas budi seorang anak terhadap orang tuanya.

Maaf, tapi saya adalah salah satu orang yang menganggap bahwa hal itu adalah hal yang tidak wajar dan sangat menolak akan hal itu. Bukankah tugas orang tua adalah untuk menuntun dan membimbing jalan yang ingin ditempuh anaknya, bukan malah memaksanya untuk mengambil jalan yang diinginkan oleh orang tua tersebut ? Saya akan membicarakan topik ini di artikel yang berbeda.

Mulai sekarang, marilah kita hidup sesuai dengan ekspetasi kita sendiri. Hidup dalam kehidupan yang kita ciptakan. Kehidupan yang menurut kita adalah yang terbaik. Mulai mengambil keputusan berdasarkan hati nurani dan pemikiranmu sendiri. Karena pada akhirnya, kita hanya bisa mengandalkan diri kita sendiri.

Baca Juga :   Mengapa Kita Tidak Bisa Mencintai Diri Sendiri?