Karunia Nikmat Dibalik Keterbatasan dan Kekurangan

Nikmat Dibalik Keterbatasan dan KekuranganRancah.com – Menjelang senja disuatu kota terlihat seorang pedagang asongan sedang bergegas untuk segera pulang. Saat melintas disebuah warung sate ia mencium lezatnya aroma sate yang sedang dibakar oleh sang pedagang.Dalam hati ia berfikir, coba seandainya aku bisa belikan sate itu untuk istri dan anakku dirumah, mungkin mereka akan sangat senang. Tapi hari ini daganganku tidak terlalu ramai pembeli, hanya ada uang dua puluh ribu saja yang bisa aku sisihkan hari ini . Kalau aku belikan sate , besok aku tidak punya uang cadangan yang mungkin sewaktu-waktu dibutuhkan. Akhirnya ia putuskan untuk tidak membeli sate tersebut

Sesampai dirumah ia minta istrinya untuk gorengkan tempe dan ia membuat sendiri bumbu yang kurang lebih dengan bumbu sate. Setelah selesai semua ,bersama sang istri dan kedua anaknya diruang makan yang sederhana ia mulai bercerita tentang apa yang ia alami sewaktu perjalanan pulang berdagang tadi. Wahai istri dan anak-anakku walaupun ayah tidak dapat membelikan sate untuk kalian hari ini tetapi mari kita syukuri bersama rezeki yang telah diberikan Alloh hari ini, kita masih bisa makan bersama-sama saat ini. Bayangkan saja saat makan nanti kalian seperti benar-benar makan sate, pasti kalian akan menemukan kenikmatan yang lebih. Ternyata benar apa yang disampaikan oleh sang ayah ,mereka dengan lahapnya makan seolah-olah benar-benar makan sate . Ayah enak sekali masakannya kata anak pertama dan ditimpali oleh istri dan anak keduanya. Malam itu benar-benar mereka menikmati indahnya kebersamaan bersama keluarga

Dari kisah diatas benar bahwa disaat kita dalam keterbatasan dan kekurangan ada karunia nikmat yang diselipkan oleh Sang pemberi rezeki disana. Bagi sebagian orang makan sate , atau makan makanan di restaurant mewah itu sudah menjadi hal yang biasa dan mungkin karena sering nya rasa nikmat makanan itu sudah berkurang dan bahkan hilang. Bagi sebagian orang yang kurang mampu jagankan makan di restaurant , makan sate saja itu sudah merupakan nikmat yang sungguh luar biasa menurut mereka. Mari kita perhatikan bersama , disaat kita mempunyai uang yang banyak atau seorang karyawan yang baru saja menerima gaji dan bonus dari perusahaannya, biasanya keinginan dan selera untuk makan akan berkurang , karena waktu itu apapun yang ia inginkan pasti bisa terbeli dengan mudah. Berbeda saat uang dikantong mulai menipis, disitu akan muncul banyak keinginan untuk membeli. Saat kepada orang mampu bagaimana lezat nya sate itu…? maka ia akan berkata ya diman-mana rasanya ya seperti itu kurang lebih sama biasa saja , karena mereka sudah sering membelinya .Namun saat ditanya kepada orang yang tidak mampu bagaimana rasa sate itu…? ia akan menjawab itu makanan lezat dan istimewah buat kami ,karena belum tentu kami bisa membelinya sewaktu-waktu

Seperti hukum Gossen yang mengatakan bahwa sesuatu yang terus m enerus dikonsumsi maka kenikmatannya akan terus berkurang bahkan sampai dititik tertentu kenikmatan itu menjadi marginal. Seseorang yang sudah mencapai titik tertinggi kesuksesannya maka semua kebutuhan hidupnya telah terpenuhi. Maka dititik inilah ia akan mulai menemui titik jenuh dan cenderung kembali menurun menuju titik dibawahnya. Mereka lebih menukmati makan diatas pelepah daun pisang dari pada makan dengan piring berlapis emas. Mereka cenderung mencari tempat-tempat sunyi dan tenang menghindari hiruk pikuknya suasana kota. Mereka lebih menikmati tidur dibawah pohon dengan ditemani semilir angin dan gemerciknya air sungai daripada tidur di hotel mewah bintang lima. Mereka sudah mencapai semuanya tetapi mereka masih mencari kenikmatan yang hakiki yang belum mereka temukan.

Untuk itu janganlah kita melihat sesuatu dari satu sudut pandang saja. Apa yang telah kita miliki saat ini adalah karunia yang terbaik yang diberikan kepada Sang Pencipta kepada kita.Kebahagiaan itu hanyalah kita sendiri yang bisa mengelola dan merasakannya dari dalam hati. Maka bersyukur adalah motivasi terbesar bagi diri kita dalam menghadapi gelombang kehidupan ini , ikuti dan nikmati saja gelombangnya niscaya kita akan selamat sampai di pantai Nya.