Kenali dan Rangkul Para ODGJ

Foto: Ilustrasi

Ada sebuah jargon yang mengatakan “Jangan panggil mereka gila, mereka adalah kita”. ODGJ adalah singkatan dari orang dengan gangguan jiwa. Ada begitu banyak jenis gangguan kejiwaan dan ada begitu banyak para penderita penyakit kejiwaan di Indonesia. Pada 2018 sebanyak 282.654 rumah tangga atau 0,67 persen masyarakat di Indonesia mengalami penyakit kejiwaan Skizofrenia, sedangkan angka bunuh diri di Indonesia mencapai 10 ribu kasus dalam satu tahun belakangan.

Lalu apa sih yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan kejiwaan?

Ada begitu banyak faktor yang menjadi penyebab seseorang mengalami penyakit kejiwaan. Ada faktor internal maupun eksternal. Untuk faktor internal sendiri, misalnya adalah psikopat yang disebabkan oleh kelainan genetik sejak lahir. Sedangkan faktor eksternal biasanya banyak dipengaruhi oleh lingkungan, baik itu masyarakat ataupun keluarga. Kondisi lingkungan yang tidak begitu nyaman, bahkan cenderung menyiksa mental seseorang, mampu menjadi pemicu penyakit mental seseorang. Misalkan saja bully, bully baik secara perkataan ataupun perbuatan tetap akan memengaruhi kondisi mental seseorang. Dengan kondisi mental yang terus menerus menurun, maka akan mengundang berbagai penyakit kejiwaan. Yang paling dekat adalah depresi. Seseorang bisa saja merasa senang saat membully temannya, namun di sisi lain temannya merasa depresi, bahkan berniat untuk bunuh diri.

Apakah boleh berteman dengan para ODGJ?

Boleh, bahkan sangat boleh. ODGJ juga manusia ciptaan Tuhan. Sangatlah pantas apabila juga mendapatkan perhatian yang sama seperti manusia normal lainnya. Namun, dalam menjalin hubungan dengan ODGJ, maka ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Misalnya saja hal-hal yang perlu dihindari.

1. Jangan pernah menyinggung perasaan para ODGJ.
Para ODGJ memiliki perasaan yang begitu sensitif serta emosi yang belum mampu terkontrol sepenuhnya. Jadi apabila bertemu atau bahkan memiliki teman atau kerabat ODGJ maka bersikap baiklah.

2. Hindari toxic positivy.
Toxic positivy adalah ucapan positif yang akan membuat kondisi seseorang semakin memburuk. Misalnya “masalah gitu doang” , “udah jangan cengeng, masih banyak yang punya masalah lebih berat dari lu’ dan lain sebagainya. Ucapan ini sekilas akan menguatkan, namun sebenarnya malah akan memperburuk suasana. Mereka penerima ucapan ini seolah-olah akan merasa bahwa tak ada seorang pun yang bersedia memahami kondisi mereka. Jadi tolong dihindari ya para care giver :-*

3. Hindari perlakukan kasar dan tatap menyindir.
Sebagaimana dikatakan sebelumnya, perasaan serta emosi ODGJ berbeda dengan orang bermental sehat. Dengan perlakuan yang buruk, maka akan begitu mudahnya menghancurkan para ODGJ.

4. Hindari pemasungan.
Dengan minimnya pengetahuan serta kesulitan ekonomi, maka jalan mudah yang ditempuh oleh keluarga ODGJ adalah melakukan pemasungan. Para ODGJ akan dibuatkan gubuk kecil dengan kayu dan akan dipasung/dirantai di dalam gubuk tersebut.

ODGJ juga bisa sembuh. Lewat pengobatan rutin serta dukungan dari berbagai pihak mampu menyembuhkan luka batin yang telah lama. Maka marilah kita buat perubahan, rangkul dan bahu membahu demi rasa kemanusiaan.