Awas Nyeri Haid Petanda Tidak Subur !!

Sumber Gambar : Tampang.com

Rancah.com – Nyeri haid (Disminorea) adalah hal umum yang terjadi pada setiap wanita. Meski demikian, ada sebagian orang yang beranggapan bahwa nyeri pada saat haid merupakan gejala ketidaksuburan pada wanita.

Nyeri haid (Disminorea) biasanya muncul beberapa hari sebelum ataupun sesudah menstruasi. Rasa nyeri biasanya ditandai dengan adanya rasa kram pada perut yang menyebar hingga ke pinggang, punggung, vagina dan selangkangan. Selain itu nyeri haid kadang juga diikuti dengan rasa mual, diare, muntah-muntah serta lemas pada tubuh.

Kondisi ini terjadi dikarenakan adanya kontraksi pada rahim untuk meluruhkan dinding rahim (Endrometrium) yang telah menebal. Penebalan dinding rahim terjadi sebagai persiapan tempat untuk menyambut calon embrio (terjadinya karena adanya pembuahan sel telur oleh sperma).

Namun karena tidak adanya pembuahan pada sel telur, sehingga tubuh memberikan respon untuk menurunkan kadar hormon Progesteron. Penurunan hormon inilah yang memicu terjadinya peluruhan pada dinding rahim yang keluar dalam bentuk darah baik gumpalan maupun cairan yang kita sebut dengan menstruasi. 

Kontraksi yang terlalu kuat pada rahim dapat menyebabkan penekanan pada pembuluh darah yang ada dirahim. Akibatnya, suplai oksigen yang masuk kedalam rahim berkurang. Hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya kram dan rasa sakit pada perut muncul. Bersamaan dengan peluruhan dinding rahim, tubuh juga melepaskan hormon Prostaglandin yang dapat memicu rasa sakit dan peradangan pada perut. Ketika kadar hormon Prostaglandin tinggi maka kram pada perut terasa semakin intens.

Nyeri haid biasanya mencapai puncak 24 jam setelah darah haid keluar dan berlangsung 2-3 hari setiap bulannya. Tingkat nyeri haid setiap wanita berbeda mulai dari ringan hingga berat.

Terdapat dua jenis nyeri haid yakni primer dan sekunder.

  • Disminorea Primer adalah nyeri haid yang disebabkan adanya peningkatan hormon Prostaglandin. Seiring berjalan waktu haid, kadar Prostaglandin akan semakin berkurang sehingga kadar nyeri yang dirasakan pun ikut berkurang. Biasanya Disminorea Primer ini terjadi pada awal haid dan akan membaik seiring bertambahnya usia.
  • Disminorea Sekunder adalah nyeri haid yang disebabkan karena adanya gangguan pada sistem reproduksi. Umumnya wanita yang mengalami hal ini akan merasakan nyeri haid yang lebih berat daripada biasanya. Berikut adalah beberapa hal yang memicu terjadinya Disminorea Sekunder: 

a. Endometriosis

Merupakan kondisi ketika jaringan yang menyerupai lapisan dinding rahim tumbuh diluar rahim. Jaringan ini bisa tumbuh di Ovarium atau indung telur, tuba falopi, vagina, kandung kemih bahkan saluran pencernaan.

Endometriosis disebabkan oleh perubahan hormon selama siklus menstruasi. Kadar hormon yang berlebih dapat memicu jaringan tumbuh  secara tidak wajar, menebal dan rusak. Jaringan yang rusak ini kemudian terjebak di area panggul sehingga menyebabkan nyeri haid yang berlebihan.

Berdasarkan prevalensinya, sekita 6-10 % wanita mengalami Endrometriosis dan rata-rata didiagnosis terjadi pada umur 27 tahun. Selain nyeri haid yang berlebihan, Endometriosis juga ditandai dengan gejala nyeri pada saat buang air, keluar darah yang berlebihan (tidak wajar), nyeri pada saat berhubungan seksual, serta adanya gangguan pada pencernaan seperti diare dan sembelit.

Apabila hal ini tidak segera diobati, maka tidak hanya menyebabkan rasa nyeri berat namun juga akan mempengaruhi kesuburan. Beberapa studi mengatakan bahwa hampir sekitar 50% wanita yang mengalami Endrometriosis memiliki keluhan sulit hamil.

b. Radang Panggul

Adanya peradangan pada panggul dan organ-organ didalamnya termasuk ovarium, rahim, tuba falopi, dan akibat infeksi dari Clamydia atau Trichomoniasis.

Hal ini juga dikenal dengan penyempitan leher rahim. Gangguan ini terjadi disebabkan oleh adanya jaringan parut. Hal inilah yang menyebabkan sperma sulit masuk untuk mencapai indung telur, sehingga wanita yang mengalami radang panggul akan lebih sulit hamil.

c. Fibroid Rahim/Miom

Kondisi ini ditandai dengan adanya petumbuhan tumor jinak (nonkanker) pada otot rahim. Kondisi ini biasanya tidak ditandai dengan gejala yang spesifik. Namun pada sebagian wanita dapat menyebabkan nyeri pada panggul, pendarahan yang berkepanjangan serta masalah sistem pencernaan seperti mual dan muntah.

Kurang lebih dari 70% wanita yang mengalami fibroid terjadi pada usia 45 tahun dan banyak menyerang wanita yang mempunyai BMI tinggi. Kemudian riwayat melahirkan dan juga kebiasaan merokok juga bisa menjadi alah satu pemicu terjadinya fibroid.

d. Adenomiosis

Merupakan adanya kondisi pertumbuhan jaringan endometrium didalam otot rahim. Kondisi ini dapat perbesaran rahim dan dapat menimbulkan nyeri pada saat haid. Hal ini biasanya ditandai dengan rasa nyeri yang berlebihan dan pendarahan yang berlangsung lebih lama dari siklus biasanya.

Apabila Sahabat Sehat mengalami nyeri haid yang berlebihan dan merunut pada gejala penyakit diatas, disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter kandungan untuk pemeriksaan lebih lanjut agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Berikut adalah tips untuk menghilangkan nyeri haid (Disminore) :

  • Minum air hangat.
  • Kompres perut dengan air hangat sekitar 15-20 menit.
  • Konsumsi makanan/minuman yang mengandung kalsium.
  • Kurangi minuman yang mengandung kafein
  • Hindari Junkfood
  • Hentikan kebiasaan merokok
  • Olahraga yang rutin minimal 30 menit dalam sehari
  • Lakukan relaksasi agar mengurangi stress yang berlebihan yang dapat memicu terjadinya nyeri.

Sekian informasi seputar nyeri haid ya Sahabat Sehat, jadi belum tentu mengalami nyeri pada saat haid menunjukkan gejala ketidaksuburan pada seseorang, kecuali nyeri haid yang dirasakan sudah melebihi batas wajar seperti yang sudah disampaikan diatas.

Tips diatas hanyalah salah satu cara untuk membantu meredakan  nyeri pada saat haid, apabila sudah melakukan tips diatas namun nyeri haid belum juga berkurang maka bisa dengan mengonsumsi obat pereda nyeri (resep dokter). Apabila nyeri belum juga berkurang, kemungkinan memang ada komplikasi atau gejala penyakit yang sudah penulis sebutkan diatas. Jika Sahabat Sehat pernah mengalami hal ini, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan untuk melakukan tindakan lebih lanjut apabila didapati ada ketidakwajaran disana.

Semoga Lekas Sembuh Sahabat Sehat…

Semoga ilmunya bermanfaat dan Terima Kasih..

Salam Sehat buat Sahabat Sehat Semua…