Kurang Pede karena Bau Badan? Ini Dia Penyebabnya

Rancah.com – Bau badan adalah perkara yang sangat menyebalkan karena dapat mengurangi rasa percaya diri pada saat bersama dengan orang lain, sehingga menyebabkan orang lain terganggu dengan aroma tidak sedap yang dikeluarkan oleh tubuh kita.

Bau badan disebabkan karena adanya perpaduan antara bakteri dan keringat yang dikeluarkan oleh tubuh yang dipecah menjadi zat asam sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap. Keringat berasal dari kelenjar yang ada pada kulit. Ada dua kelenjar keringat utama dikulit yakni kelenjar ekrin dan apokrin.

Kelenjar ekrin berada pada seluruh tubuh dan daerah terbuka. Kelenjar ekrin ini akan mengeluarkan keringan dengan komposisi air dan garam pada saat suhu tubuh meningkat. Keringat yang dihasilkan akan membasahi permukaan kulit kemudian menguap sehingga menyebabkan suhu tubuh tidak terlalu panas.

Sedangkan kelenjar apokrin berada didaerah yang berambut seperti ketiak dan selangkangan. Kelenjar apokrin akan mengeluarkan keringat berupa cairan yang bersifat seperti susu yang apabila bercampur dengan bakteri maka akan memunculkan bau yang tidak sedap.

Selain itu bau badan juga erat kaitannya dengan apa yang kita konsumsi dan kita pakai, sehingga penting untuk kita mengetahui penyebab bau badan agar dapat mengambil langkah yang tempat untuk mengatasinya.

Berikut adalah penyebab munculnya bau badan:

  • Sering konsumsi makanan berempah termasuk didalamnya bawang merah/putih, brokoli dan sayuran dengan spesies cruciferous. Hal ini dikarenakan sayuran tersebut mengandung sulfur dan sulfida yang apabila dilepaskan dalam bentuk keringat maka akan menimbulkan bau tidak sedap.
  • Konsumsi obat-obatan berlebihan. Konsumsi obat-obatan dapat memicu produksi keringat yang berlebih. Apabila keringat tersebut bercampur dengan bakteri maka akan menimbul bau yang tidak sedap.
  • Penggunaan deterjen yang tidak tepat. Senyawa kimia yang terdapat pada deterjen diduga bisa mengembangkan reaksi dalam tubuh yang apabila kontak langsung dengan kulit akan menyebabkan pelepasan bau yang tidak sedap pada saat berkeringat. Selain itu pakaian yang tidak dibilas dengan bersih atau pakaian tidak kering dengan baik bisa menyebabkan molekul sabun mengendap pada serat kain. Sehingga apabila berkeringat ataupun pakaian dalam kondisi basah pada saat beraktivitas maka residu yang mengendap ini akan beraksi dengan kelembaban yang menyebabkan bau apek.
  • Memakai pakaian berulang. Pakaian yang sudah dipakai tidak baik apabila digunakan kembali sebelum dicuci apalagi pakaian yang dipakai sudah basah oleh keringat. Hal ini bisa menjadi sumber pemicu munculnya bau badan. Kemudian pakaian yang digunakan usahakan bahan yang dapat menyerap keringat sehingga tidak menimbulkan gerah pada saat digunakan yang dapat memicu keringat berlebih.
  • Sering menahan buang air. Hal ini juga sangat berpengaruh terhadap munculnya bau badan. Pasalnya segala macam sisa makanan yang mengendap dalam tubuh mengandung racun yang bisa dilepaskan melalui pori-pori. Hal ini juga menyebabkan adanya penumpukkan ammonia dalam konsentrasi yang tinggi yang akan dikeluarkan melalui keringat.
  • Obesitas. Lipatan kulit pada orang yang mengalami obesitas dapat menyebabkan keringat dan bakteri tertahan sehingga memudahkan bakteri untuk memecah protein dan lemak menjadi asam yang memicu munculnya bau badan.
  • Stres. Pada kondisi ini, kelenjar apokrin dituntut bekerja ekstra sehingga bisa memicu produksi keringat berlebih. Hal ini adalah bentuk respon yang bereaksi denga peningkatan stres. Sehingga keringat berlebih yang dihasilkan dapat memicu munculnya bau badan.
  • Gangguan metabolik. Sebuah studi menemukan bahwa adanya kelainan genetik langka yang mengubah sistem metabolisme tubuh atau dikenal dengan Trimethylaminuria (Sindrom bau ikan) dapat menyebabkan munculnya bau badan. Trimethylaminuria adalah suatu kelainan metabolik sebagai penyebab kelainan produksi enzim yang berfungsi untuk mengubah Trimethylamine menjadi Trimethylamine Oxide. Kondisi ini membuat Trimethylamine akan meningkat dan dikeluarkan dalam bentuk keringat dengan aroma seperti bau ikan.
  • Adanya perubahan hormonal. Pergeseran hormon adalah penyebab utama meningkatnya keringat.
  • Diabetes. Infeksi kandung kemih dan kadar glukosa yang tinggi dapat meningkatkan bau badan dan mulut
  • Gangguan tiroid. Ketika seseorang memiliki tiroid yang terlalu aktif dapat memicu produksi keringat secara berlebihan pada saat melakukan aktivitas bahkan hal ini bisa terjadi pada saat tidak melakukan aktivitas apapun. Kondisi inilah yang dapat memicu munculnya bau badan.
  • Disfungsi ginjal dan hati. Ginjal dan hati berfungsi untuk menghilangkan racun yang masuk kedalam tubuh. Apabila kedua organ ini tidak berfungsi dengan baik maka racun yang masuk kedalam tubuh akan menumpuk di dalam darah dan saluran pencernaan. Kondisi seperti inilah yang dapat memicu munculnya bau badan.

Setelah mengetahui apa saja yang menjadi penyebab bau badan, sekarang penulis akan berbagai tips untuk menghilangkan bau badan. Berikut adalah beberapa tips untuk mengurangi bahkan menghilangkan bau badan:

  • Mandi secara teratur minimal 2x sehari.
  • Gunakan deodorant atau antiperspirant yang berfungsi untuk menyamarkan bau badan dan mengurangi keringat yang keluar dari tubuh.
  • Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan yang dapat menyerap keringat.
  • Kurangi konsumsi makanan yang berbau menyengat seperti makanan yang telah penulis sampaikan diatas
  • Rutin olahraga minimal 3x dalam seminggu 30 menit setiap kalinya agar terhindar dari obesitas.
  • Hindari stres berlebih.
  • Mencukur bulu ketiak secara teratur.
  • Menggunakan sabun yang berlabel antibakteri

Sekian informasi yang dapat penulis sampaikan seputar “Bau Badan”. Semoga bermanfaat bagi Sahabat Sehat semua.

Terima Kasih…