Apa Penyebab Dari Buta Warna?

Rancah.com- Apapun yang kita liat di dunia ini semuanya memiliki warna. Bahkan, warna sering sekali digunakan untuk membedakan suatu tanda seperti lampu lalu lintas, Notifikasi Gadget, bahkan toilet juga menggunakan warna untu memudahkan para penggunanya.

Namun kenyataannya, 1 dari 200 Wanita dan 1 dari 12 Pria mengalami buta warna. Apa sih penyebab dari Buta Warna?

Mata kita pada dasarnya bekerja serupa seperti kamera. Namun bedanya, mata manusia memfokuskan cahaya terhadap membran sensitif disebut Retina. Tetapi, sebelum sampai retina nih, semua cahaya dan semua benda yang kita liat akan dilihat disaring seperti dahulu melalui beberapa proses.

Jika cahaya terlalu banyak cahaya, maka akan dikurangin oleh bagian mata yang bernama pupil. Nah, setelah sejumlah cahaya yang masuk tepat jumlahnya, lalu cahaya akan difokuskan agar bayangnya tepat jatuh pada retina.

Di dalam retina, terdapat 2 jenis sel, yaitu sel batang yang dapat berfungsi pada kondisi cahaya yang redup dan Reseptor Warna atau yang sering disebut sel kerucut bertanggung jawab terhadap penglihatan mata. Nahh, Sel Kerucut akan bekerja dengan baik pada kondisi yang cukup terang, oleh karena itu ketika gelap kita akan lebih sulit membedakan warna, ya kan?

Manusia umumnya memiliki 3 jenis sel kerucut yang sangat sensitif terhadap berbagai macam panjang gelombang cahaya yang bisa dikategorikan menjadi 3 warna dasar, yaitu Merah, Hijau, dan Biru. Jika kamu memiliki penglihatan warna yang normal, 3 kerucut tersebut Merah, Hijau, dan Biru, semuanya bekerja dengan baik sesuai dengan fungsinya. Yang dinamakan trikomasi.

Disisi lain, ada orang yang dinamakan dikromat, yang berarti mereka memiliki 2 kerucut yang bekerja, alias bisa disebut buta warna. Buta Warna merupakan kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua yang disebabkan oleh mutasi atau kelainan pada Kromosom X. Selain kelainan gen yang diturunkan, terdapat pula beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan rusaknya sel, yaitu:

  • Menderita penyakit diabetes, glaukoma, atau multiple sclerosis.
  • Efek samping obat digoxin, ethambutol, phenytoin, chloroquine, dan sildenafil.
  • Terpapar zat kimia carbon disulfide yang dipakai dalam industry rayon, dan styrene yang digunakan dalam industry plastik serta karet.
  • Kerusakaan atau cedera pada mata akibat kecelakaan.

Usia juga dapat menjadi faktor penyebab seseorang menderita buta warna. Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata dalam menangkap cahaya dan warna akan berkurang. Ini merupakan proses alami yang dapat terjadi pada semua orang.