Apa itu Penyakit Jantung Bawaan (PJB)?

Rancah.com – Penyakit jantung bawaan ialah kelainan ” susunan ” jantung ,  “mungkin ” sudah terdapat sejak lahir. Perkataan ” susunan ” berarti menyingkirkan aritmia jantung. Sedangkan  “mungkin ” sudah terdapat sejak lahir berarti tidak selalu dapat ditemukan selama beberapa minggu /bulan setelah lahir.

Penyakit jantung bawaan atau Congenital heart disease adalah suatu kelainan formasi dari jantung atau pembuluh besar dekat jantung. ” congenital ” hanya berbicara tentang waktu tapi bukan penyebab nya. Itu arti nya “lahir dengan ” atau “hadir pada kelahiran “.

Congenital heart disease ( CHD )/ penyakit jantung bawaan adalah kelainan jantung yang sudah ada sejak bayi lahir, jadi kelainan tersebut terjadi sebelum bayi lahir. Tetapi kelainan jantung bawaan ini tidak selalu memberi gejala segera setelah bayi lahir tidak jarang kelainan tersebut baru ditemukan setealah pasien berumur beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun  ( Ngastiyah : 1997 )

  1.      Etiologi

Penyebab penyakit jantung congenital berkaitan dengan kelainan perkembangan embrionik, pada usia 5-8 minggu, jantung dan pembuluh darah besar dibentuk. Penyebab utama terjadi nya penyakit jantung congenital belum dapat diketahui secara pasti , tetapi ada beberapa factor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian penyakit jantung bawaan.

  1.  Faktor Prenatal
  • Ibu menderita penyakit infeksi : rubella, influenza atau chicken fox.
  • Ibu alkoholisme
  • Umur ibu lebih dari 60 th
  • Ibu menderita penyakit Diabetes Mellitus ( DM ) yang memerlukan insulin.
  • Ibu meminum obat-obatan penenang atau jamu dan sebelumnya ikut program KB oral/ suntik , minum obat-obatan tanpa resep dokter ( thalidmide, dextroamphetamine , aminopterin , amethopterin )
  • Terpajan radiasi ( sinar X )
  • Gizi ibu yang buruk
  • Kecanduan obat-obatan yang mempengaruhi perkembangan embrio.

2. Faktor Genetik

  • Ayah/Ibu menderita penyakit jantung bawaan.
  • Kelainan kromosom seperti Sindrom Down.
  • Lahir dengan kelainan bawaan yang lain.

Pembagian dari PJB Berdasarkan Anatomi

Berdasarkan kelainan anatomis , PJB secara garis besar dibagi atas 3 kelompok , yaitu :

  1. Adanya penyempitan stenosis pada bagian tertentu jantung.
  • Stenosis ( penyempitan ) katup pulmonal : terjadi pembebanan pada jantung kanan, yang pada akhirnya berakibat gagal jantung kanan. Maka istilah ini bukan lah jantung gagal berdenyut , melainkan jantung tak mampu memompakan darah sesuai kebutuhan tubuh dan sesuai jumlah darah yang kembali ke jantung . Tanda gagal jantung kanan ada;ah pembengkakan kelopak mata, tungkai, hati dan penimbunan cairan di rongga perut.
  • Stenosis ( penyempitan katup aorta ) : terjadi pembebanan pada jantung kiri, yang pada akhirnya berakibat kegagalan jantung kiri, yang ditandai oleh sesak , batuk , kadang-kadang berdahak darah.
  • Atresia ( pembuntuan katup pulmonal ) : pada fase ini katup pulmonal sama sekali buntu, sehingga tak ada aliran darah dari jantung ke paru-paru.
  • Coarcetatio aorta : pada kasus ini, area lingkungan pembuluh darah aorta mengalami penyempitan.
  • Atrial septal efek ( ASD ) : lubang ASD kini dapat ditutup dengan tindakan non bedah ; Amplatzer septal okluder ( ASO ) yakni memasang alat penyumbat yang dimasukkan melalui pembuluh darah di lipatan paha.
  • Ventrikuler septal defek ( VSD) : Pada VSD tertentu dapat ditutup dengan tindakan non bedah menggunakan penyumbat Amplatzer, namun sebagian besar kasus memerlukan pembedahan.
  • Paten duktus arteriosus ( PDA ) : PDA juga dapat ditutup dengan tindakan non bedah menggunakan penyumbatan Amplatzer, namun bila PDA sangat besar kasus memerlukan pembedahan.

2. Pembuluh darah utama jantung keluar dari ruang jantung dalam posisi tertukar ( pembuluh darah aorta keluar dari bilik kanan, sedangkan pembuluh darah pulmonal atau paru keluar dari bilik kiri ) .

Kelainan ini disebut transposisi arteri besar. Akibatnya darah kotor yang kembali ke jantung dialirkan lagi ke seluruh tubuh. Sehingga terjadi sianosis/biru di bibir , mukosa mulut dan kuku.

Tanda dan Gejala Penyakit Jantung Bawaan ( PJB )

  • Sesak napas
  • Sianosis
  • Nyeri dada
  • Syncope
  • Kurang gizi/kurang pertumbuhan